[Part 3] We Will Stay Together

Title : [Part 3]  We Will Stay Together

Author : Naya ^^

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Choi Sooyoung
  • Lee Joon
  • Shim Changmin
  • and Others

Genre :  Romance

Rating :  G

Length :  Series

****

Kyuhyun POV

Hari itu, Sooyoung menerimaku. Kata-kata itu membuatku bahagia.

Badai berhenti diluar dugaan orang, pukul 11 siang, badai berhenti dan Sooyoung memutuskan untuk segera pulang.

Aku mencium keningnya sebagai tanda perpisahan hari itu. Aku juga bergegas pergi ke BC SuJu. Di sana tidak ada orang, aku kembali pulang dan sebenarnya aku ingin sekali ke rumah Sooyoung.

Kyuhyuh POV end.

Sooyoung POV

Mungkin aku ingin pulang, tapi hatiku ingin sekali bertemu Lee Joon. Aku menyuruh Joonppa untuk datang menemuiku di depan air mancur di dekat toko sapi panggang.

“Sooyoung, apa kau telah lama menunggu?” Tanya Joonppa.

“Ooh, tidak oppa. Oppa, apa aku boleh bertanya padamu?” tanyaku.

Tiba-tiba handphone-ku bordering, ternyata dari Changmin. Ia bertanya padaku di mana aku, dan ia ingin bertemu denganku tapi aku tak bisa.

“Jadi, kau ingin bilang apa, Sooyoung?” tanyanya.

“Tidak, oppa. Tidak jadi.” Jawabku. Kira-kira 2 jam aku bersama Joonppa dan aku pulang ke rumah.

Di rumah ternyata ada Eomma dan Appa.

“Eomma, kapan datang?” tanyaku sambil menundukkan punggung kepada Eomma dan Appa.

“Sooyoung, Eomma ingin kau ikut eomma dan appa ke Jeju.” Ucap Eomma.

“Iya, Sooyoung, ikutlah kami ke Jeju.” Pinta Appa.

“Untuk apa Eomma kita ke Jeju, memang ada acara apa?” tanyaku.

“Untuk kami nikahkan kau bersama Changmin.” Jawab Eomma.

“Apa!!!!” teriakku.

Aku terdiam, tak tau bagaimana yang harus aku perbuat. Haruskah aku memberitahu Kyuhyun?. Aku tak ingin membuatnya sedih, marah atau apapun.

“Appa, Eomma, tapi aku tak ingin menikah dengan Changmin, Eomma…” tukasku.

“Apa yang akan kau lakukan tanpa pasangan hidup, Sooyoung? Eomma ingin yang terbaik untukmu… lalu, kenapa kau tidak mau menikah dengan Changmin? Apa kau sudah punya pacar??” Tanya Eomma.

“Eomma….” Suaraku melemah, disaat aku mulai menangis. Aku duduk di sofa. Eomma dan Appa memandangiku. Aku mulai menangis, entah sudah berapa tetes air mataku yang keluar.

“Eomma, pulanglah. Aku akan memikirkannya.” Kataku tersedu-sedu. Aku sedikit mendongak dan melihat Eomma dan Appa mulai meninggalkanku di apartemen ini sendiri.

Mengapa hari ini sangat rumit? Saat bahagiaku tercampur oleh kejadian hari ini. Ingin rasanya aku bercerita, namun dengan siapa? Yuri hari ini tak pulang.

Haruskah aku bercerita pada Kyuhyun? Mungkin ia akan marah.

Tuhan, apa yang harus aku lakukan? Aku mengacak-acak rambutku. Membuang semua barang-barang yang ada di dekatku, bak singa yang mengamuk.

***

Mungkin sudah lebih dari satu minggu aku di Cina. Tanpa komunikasi dengan siapapun. Entah apa yang dilakukan Kyuhyun sekarang.

Ke cina bukan untuk konser atau apa tapi hanya ingin sendiri. teman yang lainpun tidak bersamaku.

Menembus gelap pagi ini, di lorong-lorong jalan kecil sekitar apartemenku, aku mengawali pagi ini dengan jalan kecil. Hanya aku sendiri. pagi ini.

Kyuhyun POV *flashback*

Semenjak hari itu, aku tak mendengar lagi kabar tentang Sooyoung. sudah dua hari lebih aku mencari-cari Sooyoung di rumahnya.

Hari demi hari kulewati tanpa Sooyoung. Jari-jari ini terus menekan tombol handphone. Aku meneleponnya tapi yang terdengar hanya “Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan. Cobalah beberapa saat lagi.” Mendengar kata-kata itu, aku pun tak sanggup menanggapi lagi rasa kerinduan ku pada Sooyoung.

Aku memutuskan untuk ke dalam rumah, menuju balkon dan menjatuhkan tubuhku di atas rumput. Aku sengaja menanam rumput di balkon. Meski seperti ada sesuatu  yang menancap di punggungku tapi tak apalah.

Aku memandangi langit yang penuh bintang. Hanya ada satu bintang di hatiku itu kamu, Sooyoung. aku menghitung bintang namun tak mungkin aku dapat menghitung jutaan bintang di langit.

Aku memejamkan mata membayangkan wajah Sooyoung yang cantik dan manis.

‘Sooyoung, kau di mana? Mengapa ponselmu tidak aktif. Ke mana saja kau?’ bertanya dalam hati.

“TUHAN !!!” teriakku dalam kesunyian. Ingin rasanya melompat dari lantai lima apartemenku.

***

Hari ke-delapan setelah Sooyoung pergi tanpa kabar. Aku membatalkan semua jadwal-ku selama 1 minggu ini hanya untuk mencari Sooyoung.

Aku melihat ponselku setiap 1 menit. Muncul di benakku, apakah Sooyoung menyesal menjadi kekasihku? Hingga ia pergi tanpa kabar seperti ini. Ponselku berbunyi, sebenarnya aku tak ingin melihat karena aku berpikir itu dari Lee Joon atau Victoria yang selama ini masih menggangguku.

Entah kenapa hari ini, saat ponselku berbunyi, hatiku berbicara. “Ayolah, Kyuhyun buka ponselmu, cepat.” Terdengar seperti ada yang membisik pelan di telingaku. Kuputuskan untuk membuka ponselku. Entah dari siapa tak terdapat nama, hanya pesan singkat.

“Kyuhyun-ssi…. Apa kau punya waktu mala mini? Temui aku di Han Byeol bar meja 8 pukul Sembilan. Gomaweo…”

Apakah ini kau Sooyoung? semenjak kapan kau memanggilku –ssi ?

Sooyoung POV

Ku putuskan untuk kembali ke Seoul setelah satu minggu aku berada di Cina. Selama itu pula aku tidak menghidupkan ponselku.

Setelah aku menghidupkan  ponselku, ada satu pesan singkat di ponselku tanpa nama dan membuatku takut. Apakah ini hanya salah kirim atau memang untukku?

“Sooyoung-ah… apa kau punya waktu mala mini? Temui aku di Han Byeol bar meja 8 pukul Sembilan. Gomaweo….”

Rasanya ingin sekali aku datang tapi aku masih bingung. Hatiku berkata bahwa nanti malam aku akan pergi ke apartemen Kyuhyun. Tapi, mengapa sepertinya aku ingin datang….

***

Malam ini tepat pukul Sembilan, aku datang ke Han Byeol’s bar. Kucari-cari meja nomor delapan tapi tidak ada di bawah. Aku tanya kepada seorang pelayan, meja nomor delapa ada di lantai 2.

Sebenarnya apa yang aku lakukan, mendatangi bar yang sebenarnya aku tak tahu aku ingin berbuat apa. siapa yang akan kutemui pun aku juga tidak tahu. Pesan singkat tak bernama itu semakin membuatku bodoh.

Menyusuri satu persatu anak tangga dan akhirnya aku sudah berada di lantai dua. ‘apa-apaan ini.’ Pikirku.

Tak ada orang satu pun di ruangan itu, ingin rasanya aku turun tapi ada empat pasang pengunjung yang datang. Aku tak ingin turun, aku mengurungkan niatku.

Kulihat , namun tak ada seseorang yang menduduki meja nomor delapan dan kalau boleh jujur, sebenarnya aku belum menemukan meja nomor delapan.

Aku melihat pojok bawah tangga yang sejujurnya orang tidak akan melihat karena itu sangat strategis atau tersembunyi. Aku melihat sesosok pria memakai topi hitam, jas panjang hitam, dan syal cokelat tua.

“Permisi, apa anda yang mengirimku pesan singkat?” ucapku dari belakang tubuh pria itu. Pria itu memalingkan wajahnya ke arahku, seketika aku kaget ternyata itu Kyuhyun.

“Sooyoung? ternyata kau lah yang mengirimku pesan.” Ucapnya sambil memelukku erat.

“Kyuhyun…” ucapku pelan.

“Duduklah dulu, aku telah memesan makan dan minuman. Sooyoung, kemana saja kau, sayang? Aku sangat merindukanmu melebihi apapun…. Jangan kau menghilang lagi dariku, Sooyoung, apa kau menyesal telah menjadi kekasihku?” tanyanya dengan nada sinis.

Aku hanya diam, masih tak percaya bahwa aku akan bertemu Kyuhyun malam ini. Aku masih belum siap mengatakan hal yang sejujurnya dan hal yang paling jujur dalam hidupku selama satu minggu ini. Tuhan, bagaimana ini.

“Sooyoung,” katanya memecah lamunanku. “Iya,” jawabku serentak.

“Kau kenapa?” tanyanya heran.

“Sudahlah, Kyuhyun. Lupakan semua. Ada yang menakdirkan kita di sini, jangan Tanya apapun, Kyuhyun.” Ucapku pelan.

“Sooyoung…. tadi siang aku sudah memberitahu Eomma dan Appa kamu, kita akan menikah, Sooyoung. tapi…” ucapnya semakin melemah.

“Tapi apa, Kyuhyun…. Eomma dan Appa tidak merestui?” tanyaku.

“Mereka tidak merestui kalau kita menjadi pasangan kekasih, Sooyoung. mereka ingin kita putus dan mereka juga ingin kita menjalani hidup bersama melalui ikatan suami-istri.” Katanya serentak.

“Apa, Kyuhyun? Kau membuatku ingin menangis, hampir saja aku ingin melempar gelas ini.” Kataku sambil mengusap air mata di pipiku.

Kyuhyun hanya tersenyum manis, memandangiku seakan-akan ada yang ingin ia bicarakan padaku. Aku belum merasa lega tentang perjodohanku dengan Changmin.

Tapi aku takut Kyuhyun telah mendengar itu semua dari Eomma dan Appa. Malam itu setelah kami berdua membicarakan itu semua pukul 12 malam, aku pulang. Sebenarnya Kyuhyun ingin sekali mengajakku ke apartemennya, tapi aku menolak karena aku sangat kelelahan hari ini.

-ToBeContinued.-

Annnyyyyeeeooonnngg!.

Akhirnya bisa ngepost ni ff

Oh ya maaf lagi kalo ceritanya sangat pendek ^o^.

Moga aja ceritanya bagus yaa … (y)

Gomawo readers

Iklan

22 thoughts on “[Part 3] We Will Stay Together

  1. aku jd bingung sm cerita’a chingu kan soo dijodohin sm changmin tp ko’ kyu blng doi ngomong sm ortu’a soo blh nikahin soo gmn jd’a…siapa orng yg sms kyuyoung tuh ku tnggu lanjutan’a chingu….

    • Nah, yang baca aja bingung apalagi sini …….
      kayaknya sih Ortunya soo jodohin soo sm changmin karnaa… soo belum punya pacar
      tapi mumpung soo udh jadi sama kyu yaaa… *soktau hahaha
      gomawo commentnyaaa

  2. keren chingu,
    oa it soo eon ga jdie kan d’jodohkan ama changppa??

    Yakh soo eon,
    kog ga mau sie k’apartmennya kyuppa.,
    pdhal mgkn ada nc_an ntar *reader yadong*

    next part update soon 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s