[Part 4] We Will Stay Together

Title : [Part 4]  We Will Stay Together

Author : Naya ^^

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Choi Sooyoung
  • Lee Joon
  • Shim Changmin
  • and Others

Genre :  Romance

Rating :  G

Length :  Series

****

Sooyoung POV

“Eomma.. apa Eomma benar-benar menyetujui hubunganku dengan Kyuhyun?” tanyaku saat aku menelepon Eomma pagi ini. Setelah Eomma menjelaskan semuanya dan perkataan Kyuhyun tadi malam itu benar, aku merasa lega.

Changmin rela melepaskanku untuk selamanya. Namun aku masih berpikir. Aku seperti tersesat dalam jalan lingkaran yang tak tahu kapan berhentinya.

Apa yang aku pikirkan, apa Kyuhyun juga akan memikirkannya? Siapa sebenarnya yang mengirim pesan singkat itu? Apa itu Changmin?

***

Sabtu ini, malam ini, pukul lima aku di jemput oleh Kyuhyun untuk pergi bersama. Cuaca yang sangat dingin di Seoul tidak mengurungkan niatnya untuk pergi bersamaku. Tak ada kata menyerah untuk Kyuhyun.

Kyuhyun menghentikan mobilnya sejenak untuk melihat pemandangan Seoul saat malam hari di dalam mobil dan hanya bersamaku.

“Sooyoung, mengapa kau mau menjadi kekasihku dan mengapa kau mau menikah denganku?” Tanya Kyuhyun sambil menatapku dengan senyum manisnya.

“Apa, Kyuhyun? Siapa yang berkata aku mau menikah denganmu, Kyuhyun?” ucapku sedikit tertawa.

“Sooyoung, jadi kau tak ingin menikah denganku lusa?” tanyanya.

“Lusa??” ucapku serentak.

“Yeah.. aku dan keluargamu sudah sepakat untuk menikahimu lusa… secara diam-diam dan hanya rekan kerja, dan keluarga kita yang hanya di undang.” Katanya santai.

Aku tak tau mengapa aku termenung. Diam seribu bahasa, tak tau apa yang ingin aku katakan. Perasaan senang, sedih, dan haru menjadi satu. Mencoba melangkahkan kaki di kehidupan baru “PERNIKAHAN”. Hanya terjadi sekali seumur hidup. Hanya kepada satu orang yaitu Kyuhyun.

Ternyata aku telah meneteskan beratus-ratus tetes air mata. Aku tersenyum manis saat aku sadar tangan hangat nan lembut Kyuhyun menyeka air mataku yang membasahi pipi.

Kyuhyun keluar dari mobil untuk membeli makanan. Aku sebenarnya masih tak sadar saat Kyuhyun berkata seperti itu.

Tak percaya, aku meraba-raba sebelah kanan jog yang aku duduki. Aku menekan tombol dan tempat yang aku duduki menjadi agak ke belakang. Agar aku dapat sedikit santai.

Tak sadar aku mulai membayangkan saat aku menikah dengan Kyuhyun. “Akh, itu palsu.” Ucapku dalam hati, berusaha mengenyahkan bayangan itu dari pikiranku.

Kyuhyun kembali masuk ke dalam mobil sambil membawa dua botol Soju dan dua Hamburger yang menurutku berukuran besar untuk satu orang.

“Ini, makanlah.” Ia menyodorkan Hamburger itu padaku, aku mengambilnya dan mulai memakan habis Hamburger itu.

“Terima kasih, Kyuhyun.” Ucapku dengan mulut yang penuh dengan Hamburger.

“Nee… telanlah dulu sebelum kau berbicara. Kau bisa tersedak.” Ia tersenyum manis padaku dan aku membalas senyumnya.

Setelah memakan habis hamburger yang ia beri, aku langsung meraih botol Soju yang ia beli dan aku meminum habis satu botol.

“Sooyoung, kau terlalu banyak minum dan membuatmu mabuk berat.” Ucapnya sambil membenarkan posisi dudukku.

“Kau akan kuantar pulang.” Ucapnya dan menderu pergi.

***

Terik mentari pagi menyambutku pagi ini. Kepalaku pusing karena semalaman aku minum terlalu banyak. Hanya satu yang kuingat bahwa ada hal yang menakjubkan semalam.

Sebelum beranjak dari tempat tidurku, handphone-ku berbunyi.

From : The Devil

Sooyoung, siang ini datanglah ke Basecamp SM.E … aku ingin membicarakan sesuatu. (?)

Sebuah pesan singkat dari Kyuhyun. Ingin rasanya aku kembali tidur tapi aku mencium bau tak sedap, ternyata dari mulutku sendiri. aku bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhku alias mandi.

***

Siang ini aku datang ke Basecamp SM-E. Disana hanya ada Siwon, Heechul, Lee Joon dan Changmin Oppa(?).

“Oppa, apakah Kyuhyun ada di sini?” tanyaku pada Siwon.

“Mungkin sebentar lagi ia kembali, tunggulah di dalam, aku akan keluar sebentar.” Jawabnya.

“Baiklah.” Jawabku singkat.

“Ngomong-ngomong, kenapa Joonppa ada di sini?” tanyaku lagi.

“Oh, ia hanya menemaniku berbelanja nanti. Jadi kuputuskan agar ia menunggu di sini.” Ucap Siwon. (???) aku hanya mengangguk pelan dan pergi meninggalkan siwon.

Aku menunggu di dalam ruangan yang biasa dipakai untuk berkumpul. Merasa sendiri di ruangan sebesar ini.

Hampir dua jam aku menunggu Kyuhyun datang. Aku mencoba menghubunginya, namun ponselnya tidak aktif. Aku menunggu, menunggu dan terus menunggu. Hingga akhirnya aku tertidur.

Entah berapa lama aku tertidur menunggu kedatangan Kyuhyun. Hingga aku terbangun saat mendengar suara Changmin membangunkanku.

“Sooyoung, Sooyoung. apa kau masih menunggu Kyuhyun?” tanyanya padaku.

Sebenarnya aku juga belum sepenuhnya sadar saat Changmin mengajakku bicara. “Ya… Oppa, aku masih menunggunya.” Kataku sambil melirik ke arah jam tanganku. Ternyata sudah dua jam lebih aku tertidur.

“Bukankah Kyuhyun sudah kemari?” Tanya Changmin.

“Belum. Baiklah Oppa mungkin lebih baik aku pulang, ini sudah terlalu sore. Sillyehamnida, Oppa.” Ucapku sambil bergegas meninggalkan Changmin dan pulang.

Rasa kesal tumbuh di hatiku, apa ia sengaja seperti ini? Aku melihat ponselku, tak ada satu pesan dan panggilan dari Kyuhyun. Sebenarnya apa maksudnya.

Aku memutuskan untuk kembali ke apartemen. Aku melepaskan High Heels yang kukenakan dan berjalan menuju kamar.

Aku melihat Kyuhyun berada di kamarku. Ia duduk di ranjangku dan melihat-lihat seluruh isi kamarku.

“Kyuhyun, apa yang kau lakukan di sini? Lebih dari empat jam aku menunggumu di tempat yang kau janjikan.” Tanyaku sambil berdiri di depan Kyuhyun.

“Aku tak ingin mendapatkan sisa.” Katanya sambil berjalan meninggalkanku sendiri di apartemenku.

Aku tak tau apa yang ia maksud. Apa yang ia katakan. Ia menyinggung tentang apa pun aku tak tau. Ingin rasanya aku membalas perkataannya tapi aku tak bisa. Ia terlanjur meninggalkan sendirian.

“Apa yang kau maksud, Kyuhyun.” Teriakku.

Aku mulai menangis, mendengar kata-kata yang sebenarnya tidak kasar melainkan keras. Tangisku pecah saat itu juga. Hanya aku yang tahu kalau aku menangis. Apa ia tak tau kata-katanya itu membuatku sakit.

Kyuhyun POV

Aku menyuruh Sooyoung untuk datang ke Basecamp SM-E (?) siang ini. Aku ingin membicarakan sesuatu hal yang sangat penting. Bagiku ini hal terpenting.

Saat ingin kembali ke Basecamp SM-E, aku bertemu Victoria di toko bunga. “Hai, Kyuhyun. Maukah kau temani aku memilih bunga?” pintanya.

“Maafkan aku, Victoria. Aku harus segera pergi.” Jawabku.

Aku melangkahkan kaki ke luar, namun tanganku ditarik oleh Victoria. Aku tak bisa berbuat apa-apa.

Sebenarnya malas sekali aku bersamanya, bahkan untuk menatapnya saja aku tidak mau. Apa Sooyoung masih menungguku di sana? Pikirku dalam hati.

“Victoria, aku harus pergi.” Ucapku sambil berjalan meninggalkannya. Tanpa kusadari sudah satu jam lebih aku bersama Victoria. Aku mengambil ponselku tapi ‘Aish.’ Gumamku saat mendapati ponselku mati.

Melaju dengan cepat menggunakan mobilku. Rasa kecewa, takut, cemas menyelimutiku. Aku memasuki Basecamp SM-E.

Aku melewati koridor-koridor SM-E dan membuka pintu perlahan-lahan untuk masuk ke dalam ruang kumpul. (?)

Aku melihat Lee Joon sedang menatap Sooyoung yang tertidur karena lelah menungguku.

“Sooyoung, adakah hubungan antara kau dan Kyuhyun? Aku berharap kau tak ada hubungan dengannya, Sooyoung. bolehkah aku menciummu sekali saja?” tanyanya pada Sooyoung yang masih tertidur.

Aku sengaja tidak mengganggu Lee Joon saat mengucapkan kata-kata itu. Aku tahu bahwa Lee Joon menyukai Sooyoung. Yang aku tidak inginkan itu terjadi adalah Lee Joon mencium Sooyoung saat itu juga di hadapanku.

Aku langsung pergi pulang tapi ke apartemen Sooyoung. sebenarnya aku sangat marah, kesal akh semua menjadi satu.

Semenjak kami berdua menjalin hubungan dengan Sooyoung, aku tau kode pintu apartemen Sooyoung.

Aku menunggu, menunggu dan menunggu. Berjalan ke sana kemari menunggu Sooyoung pulang. ‘Apa yang mereka lakukan?’ pikirku. Apa yang dilakukan Lee Joon kepada Sooyoung?

Aku mulai berpikir tidak jernih. Aku mengacak-acak rambutku sambil berteriak, “Sooyoung apa yang kau lakukan di sana? Cepat pulanglah…. Akh!!!!”.

Aku memutuskan menunggu Sooyoung di kamarnya. Kulihat kamarnya yang indah. Indahnya kamar Sooyoung tak dapat mengusir kekesalanku. Tiba-tiba Sooyoung datang dan berkata, “Kyuhyun, apa yang kau lakukn di sini? Lebih dari empat jam aku menunggumu di tempat yang kau janjikan.” Sambil berdiri di hadapanku.

Aku berdiri dan berkata, “Aku tak ingin mendapatkan sisa.” Aku langsung meninggalkan Sooyoung di apartemennya sendirian.

-ToBeContinued-

Annyeong Readers……..

Maaf ya kalo part 4-nya terlalu kependekan dan kurang nyambung dan kurang memuaskan.

Tapi…. Kuharap kalian suka deh ^o^ *Pletak.

Yasud, seperti biasa kutunggu like + commentnya !!! Gomawo.

Iklan

25 thoughts on “[Part 4] We Will Stay Together

  1. yakh chingu kog jdie gnie?
    Kyuyoung salah pham tu,
    kyuppa seharusnya kan tanya dulu ma soo eon,
    jgn langsung pg 😦

    chingu next part update soon 🙂 😉
    penasaran bget akkunya 😀

  2. omo leejoon nyium sooyoung trus kyu liat tp knp soo yg dicuekin sama kyu bkan’a leejoon sooyoung kan ga tau apa2..ntar mrk jd nikah ga ya…lanjutan’a jgn lama2 chingu…

  3. bentar ya part 6 nya masih la dalam proses perbaikan, dalam proses pnulsan…

    #bkal banyak trjdi konflik#

    mhon maaf atas kekurangan ff ini ……….

    😀

  4. Huwh kyuppa kejem banget bilang qw gag mau dapetin sisa padahal dya jga sblm’a udah pacaran ma vic ahjumma (ˇ_ˇ’!l)
    Cup…cup…eon jgn nangiss yaw

  5. Waaa lee joon oppa jangan buat oppa dan eonniku berantem mereka baru aja bermesraan -,-

    Ceritanya seru aku suka n,n
    Semangat y 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s