[Part 6] We Will Stay Together

Title : [Part 6]  We Will Stay Together

Author : Naya ^^

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Choi Sooyoung
  • Lee Joon
  • Shim Changmin
  • and Others

Genre :  Romance

Rating :  G

Length :  Series

Kyuhyun POV

Tanganku masih memar semenjak kejadian dua hari lalu. Sooyoung tidak tahu bahwa tanganku memar. Hari ini aku ke dorm SM-Building untuk melihat jadwalku. Aish, Lee Joon berkunjung lagi ke sini. Untuk apa ia datang lagi.

“Hai, tidak ada jadwal dua hari ke depan. Kita bisa bersantai. Kecuali kau, Kyuhyun.” Kudengar suara Changmin. Aku hanya melirik sinis ke arah Lee Joon yang berada di samping siwon.

“Lebih baik kau ajak ia pergi dari sini,” Seruku. Semua mata tertuju padaku termasuk Lee Joon.

“Apa? Lee Joon? Ia menunggumu, Kyuhyun. Ia hanya ingin bicara, sedikit….!” Ucap Siwon sambil terkekeh.

Mendengar kata-kata itu terucap dari mulut Siwon, aku tidak ingin tetap di situ. Aku pergi, langsung pergi. Aku tahu Lee Joon mengikutiku, tapi dia tak sanggup mengejarku.

Kutancap gas dan mobilku melesat menembus keramaian. Kaki kiriku mendadak kaku dan menginjak rem dengan tiba-tiba.

Jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. Keringat mengalir dengan deras. Hatiku terbakar seperti api neraka.

Aku mematikan mesin dan meletakkan kepalaku di kemudi. Hembusan napas tak teratur, dan depresi kecemburuan tertimbun di kepalaku. Sudah penuh sampai ingin meledak seketika itu juga.

Kupaksakan jariku menulis pesan singkat untuk Sooyoung.

To : MyGirl
Sooyoung, aku sangat merindukanmu. Apa kau ada di rumah? Aku ingin bertemu.

****
Sooyoung POV
Aku masih tertidur pulas karena aku baru pulang show pagi ini.

Mataku masih setengah tertutup saat handphone-ku bergetar. Pesan singkat dari siapa pun aku tak tau dan mulai mengetikkan pesan balasan, dan kembali tertidur.

To : MyEvil
Ya, ya, ya

****
Aku tidak mendengar saat Kyuhyun masuk. Sebenarnya aku mengantuk sekali.

Saat merasa ada sesuatu yang menyentuh pipiku, aku membuka mata perlahan-lahan dan mendapati Kyuhyun ada di depanku. Senyumnya yang manis membuatku bahagia. Dan aku pun membalas senyuman manisnya itu, “Apa yang kau lakukan? Aku mengantuk sekali, aku baru pulang. aku ingin tidur…” rintihku.

Karena telah melihat Kyuhyun mataku tidak bisa terpejam lagi. Namun, rasanya aku ingin tidur. Senyum manis terpancar dari bibirnya.

“Apakah Yuri ada di rumah? Aku ingin keluar dengannya, sekarang…” bisiknya. Aku kaget dan agak sedikit heran mendengar ia bicara. Aku menjambak rambutnya dan ia terkekeh kesakitan.

“Akh… apa yang –“ Ucapnya sambil melepaskan tanganku dan aku pun memotong perkataannya, “Apa kau kemari untuk mencari Yuri, bukan aku? Semua member SNSD tidur kau mengerti…. Sudah pulanglah aku tak ingin bersamamu.” Dan itu yang aku ucapkan dan kembali tidur. Dan aku hanya berpura-pura saat mengucapkannya.

Kau tau… Apa yang ia lakukan? Kyuhyun menciumku sebentar di kening, di pipi dan terakhir di bibirku dan ia langsung pergi. Apa dia setega itu padaku? Apakah itu yang dinamakan kekasih….

2 minggu kemudian….

Selama 2 minggu ini aku tidak bertemu dengan Kyuhyun. Sudah berkali-kali aku mencoba mengirimnya pesan singkat tapi ia tidak menjawab. Aku memutuskan untuk pergi ke dorm SuJu. Sepertinya Kyuhyun juga tidak akan ada di sana.

Tanganku belum sempat memutar kenop pintu, pintu itu sudah terbuka. “Hei, untunglah kau di sini, adikku. Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu…” ucapnya.

Siapakah itu? Siwon? “Baiklah…” kataku.

Sebenarnya agak berat hati aku mengikutinya. Tapi, Siwon-lah yang selama ini memberiku sedikit informasi. Kami berada di ruang dance yang biasanya dipakai untuk latihan mereka. Ternyata di sini juga ada Changmin, Lee Joon, Leeteuk.

Tunggu dulu, apa? ada Lee Joon? Untuk apa ia di sini? Tidak! Setelah masuk, aku langsung keluar dari ruangan tapi tangan Siwon memegang lenganku dan itu membuatku mengurungkan niat untuk pergi dari sini.

“Sooyoung, sebentar saja.” Tubuhku lemah tak berdaya dan aku pun duduk di sebelah Siwon dan Leeteuk.

“Sooyoung, aku minta maaf atas kejadian itu. aku mencoba menghubungi Kyuhyun untuk minta maaf padanya tapi, ia tak menggubrisku.” Ucap Lee Joon yang saat ini ada di hadapanku. Aku hanya bisa terdiam sambil menatap tajam mata Lee Joon. Kenapa ia bisa berbuat seperti itu padaku?

“Apakah aku diajak kemari hanya untuk membahas hal bodoh itu? sangat bodoh jika aku membicarakan hal ini…. aku ke sini, ke dorm ini hanya ingin bertemu Kyuhyun. Apa kalian mengerti?” seruku.

Suasana seketika hening. Tidak ada yang berani berbicara. “Kyuhyun sudah beberapa hari ini tidak, yeah lebih tepatnya jarang berkumpul bersama kami.” Gumam Leeteuk.

“Benar, ia hanya datang untuk show, wawancara, dan latihan pun jarang” Ucap Changmin.

“Apa kau sudah menghubunginya, Sooyoung?” Kata Siwon sambil memalingkan wajah ke arahku. “Sudah berkali-kali aku mencoba menghubunginya tapi, ia tidak menjawab.” Gumamku.

“Kukira dia seperti itu karenamu, Sooyoung. karena cinta-nya padamu begitu besar dia tak ingin berpisah denganmu.” Gerutu Teukie.

Aku berdiri dengan wajah memerah. Bukan karena aku marah.

“Ya! Aku akan mencari Kyuhyun. Gomawo.” Ucapku sambil merunduk kepada mereka semua. Sambil berjalan keluar, aku mendengar teriakan Siwon, “Sooyoung, aku akan mencoba menghubungi Kyuhyun.”

Rasa bersalah muncul di benakku. Apa Kyuhyun semarahitu atas ucapanku waktu lalu? Aish. Kalau dia tidak ada di dorm, lalu? Aku mengambil ponselku dan kucoba menghubungi Kyuhyun.

“Kyuhyun, kau di mana?” sahutku.

“Aku di dorm Suju…”

“Kau coba membohongiku? Sekarang aku di dorm Suju.”

“Maaf, aku ada di luar. Sibuk…”

Tuuuttt… Tuuuttt… Tuuuttt…
Dia memutuskan hubungan. Apa yang ia lakukan? Dia membohongiku. Ia ….. ia tidak mempedulikanku lagi. Mobilku melesat menuju apartemen Kyuhyun. Apartemen dengan password tanggal ulangtahunnya dan ulangtahunku. Hanya kami berdua yang tahu itu.

Klek…

Aku membutar kenop pintu dan mendapati apartemen yang berantakan penuh dengan kertas dan undangan. Tunggu dulu, undangan? Aku menghampiri setumpuk undangan berwarna biru keunguan. Belum tanganku menyentuh undangan itu, Kyuhyun langsung mengambil dan membuang undangan itu ke dalam kamarnya.

Ia hanya tersenyum sambil menggaruk-garuk rambut bagian belakangnya.
“Apa kau marah padaku? Sampai kau tidak menjawab pesanku, tidak mengangkat teleponku, dan mencoba membohongiku? Sebenci itukah kau padaku, Kyuhyun?” Seruku sambil membereskan kertas-kertas yang berserakan.

Sebenarnya aku sedikit kecewa dan aku tidak menatap matanya.

“A-aku –“ Ucapnya dan aku memotongnya, “Ya, ya, ya kau mempunyai kekasih baru, dan kau sudah tidak peduli padaku, benarkan?” Tukasku. Suasana menjadi sepi hanya suara kertas yang kuambil dan kujadikan satu di kantong plastic.

“Sooyoung,” Ucapnya. Aku mendengar tapi, memang sengaja aku tidak menyahut. Kurasa sampah di apartemen Kyuhyun agak berkurang banyak.

Kurebahkan tubuhku ke sofa. Kyuhyun masih berdiri di tempatnya tadi, tak bergerak. Hanya terus memandangiku. Rasanya capek sekali. Untuk apa dua kantong plastic penuh yang berisi kertas, maksudku kertas sebegitu banyak untuk apa.

“Apa kau ingin aku membuatkan mie ramen atau apa, Sooyoung?” Ucap Kyuhyun. Kupejamkan mataku untuk memikirkan sesuatu.

“Sooyoung, aku minta maaf, aku hanya ingin sendiri, untuk beberapa hari ini, untuk suatu hal yang penting, Sooyoung. mengertilah…” Ucapnya.

Aku masih terpejam lalu kubuka mataku dan kulangkahkan kakiku menuju dapur dan mulai mengambil mie. Mukaku yang cemberut dan perut yang lapar memaksaku untuk itu. Kyuhyun mengikutiku, setiap gerakanku pasti ia mengikutiku. Entah mengapa mulutku seperti dijahit, tak bisa bicara.

Dia memelukku dari belakang. Dekapan tangannya di perutku sangatlah erat.
“Kyuhyun, lepaskan tanganmu, sekarang!” Seruku.

“Tidak, Sooyoung, aku tidak akan melepaskanmu. Aku sangat rindu padamu, sangat amat rindu.” Bisiknya.

“Aku, tidak! Sejak kapan kau bisa rindu padaku? Dua minggu, Kyuhyun. Lepaskan tanganmu!!!” bentakku. Aku mencoba untuk melepaskan dekapannya, tapi mustahil. Dekapannya sangat kuat dan mungkin ia benar-benar tak ingin melepaskannya.

“Kenapa kau kemari? Membereskan apartemenku, dan sekarang kau memasak? Kenapa? Jika kau tidak ingin kusentuh. Jangan membuatku geram , Sooyoung. aku hanya rindu padamu. Jangan kau kemari jika kau tak ingin kupeluk.” Teriaknya sambil berjalan meninggalkanku menuju ruang makan. Air mataku sudah mengalir deras.

Perasaanku hancur saat itu juga. Baru kali ini Kyuhyun berteriak padaku, sekeras itu. Kumatikan kompor dan menyambar tasku lalu pergi. Tanganku masih mengusap air mataku.

Belum aku sampai di pintu, Kyuhyun sudah menghadangku. Dengan tangannya yang berada di saku dengan kaki yang berdiri tegap. Membuatku berhenti saat itu juga.

Aku sudah tidak tahan, air mataku semakin pecah. Kyuhyun langsung memelukku. Mendekapku erat ke tubuhnya. Isak-isak tangisku semakin terdengar.

“Sooyoung, aku minta maaf. Jangan menangis, aku telah berjanji pada Tuhan untuk tidak membuatmu menangis. Sayang, maafkan aku.” Ucapnya.

“Lepaskan pelukanmu, bukankah kau mengusirku tadi? Kumohon, Kyuhyun. Kau membuatku sakit sekarang. Aku ingin –“ ucapku terisak. Aku tidak bisa melanjutkan kata-kataku. Terlalu susah untuk berbicara. Terlalu sakit atas ucapannya.

Dia tidak merasakan hasil ucapannya tadi. Dia hanya bisa meminta maaf. Apa dia sekejam itu?

Drrtt… Drrrttt… Drrrttt….
Ponselku berdering dan Kyuhyun melepaskanku dari pelukannya. Aku memutuskan untuk keluar dari apartemen dan pergi. Kuangkat telepon, dan ternyata dari Siwon.

“I-iya, Oppa.” Ucapku sambil berjalan menuju mobil.

“Ada apa, Sooyoung. mengapa suaramu terdengar parau?”

“Oppa… apa kau ada di dorm? Aku ingin bicara.”

“Sebenarnya aku juga ingin berbicara.” Serunya.

“Ber-berdua saja, Oppa.”

“Apa kau menangis? Baiklah kutunggu di balkon.”

Tuutt… Tuutt…
Kuinjak pedal gas menuju Dorm Suju. Masih dalam keadaan menangis. Meninggalkan Kyuhyun di sana tanpa rasa bersalah. Sesampainya di depan Dorm Suju, aku mengusap air mataku dan mulai masuk dan menaiki lift menuju balkon. Changmin dan Leeteuk memperhatikanku karena aku tidak menyapa mereka.

Ternyata Siwon sudah berada di balkon, di tempat yang sejuk dan tepat untuk orang melihat-lihat, atau sekedar berbincang-bincang.

ToBeContinued
Gimana? Janji ku ditepati juga kan? Buat ngepost part 6 nyaaaa….
Sebenarnya mau di post hari rabu… tapi karena hari itu hari tekanan batin jadinya aye kagak bisa ngepost….
Tekanan batin karena….. author di suruh praktek nyanyi di depan kelas….. dan tau sendiri author kagak pede sama suaranya ^o^ *curhat.
Okeh…. Aye tunggu Commentnya, Likenya, samaaaa kritik & Saran dari kalian para pembaca setiaku :*

Iklan

20 thoughts on “[Part 6] We Will Stay Together

  1. aigoo..
    Kyuyoungnya kog jdie slah pham gnie sieh?
    Tros kyu jga knpa ngejauh dri soo?

    Hmpt,
    it kyaknya undangan yg d’apartment kyu.,
    undangan p’nikahan mereka deh.. #sotoi

    • eon makasih commentnya dan maaf bru bisa balas *Author pemalas.
      kurasa juga begitu… itu undangan pernikahan mereka tpi kn g mngkin

    • entahlah chingu, saya juga ga tahu itu undangan apa -,-”
      trs biar ga bosen bacanya makanya kyuyoung di buat bertengkar trs ^o^
      okeee makasih commentnya chingu

    • annyeong chingu, maaf baru bisa balas comment darimu ^o^
      maklum….
      Kyuyoung ga bakal pisah donk *sok tahu..
      oke makasih commentnya dan di tunggu lanjutannyaa

    • aku kiranya juga begitu….
      karena bukan aku yang buat jdi aku ga bisa jelasin karna sini juga penasaran ^o^
      oke makasih eon, chingu, dll buat commentnyaaa

  2. Wkwkwkkwkwk berarti kita sama saeng
    Sama” gag pede ma suara sendiri
    Qw sebel ma karakter’a soo eon masa dikit2 nangissss
    Qw lebih suka soo eon yg galakkk
    Hehehehhehehe

  3. Huaaa baru aja baikan udh marahan lagi -,-
    Ayo dono baikan lagi

    Kyuhyun oppa kok tega banget sma soo eonni ?
    Di tunggu part selanjutnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s