[Part 7] We Will Stay Together

Title : [Part 7]  We Will Stay Together

Author : Naya ^^

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Choi Sooyoung
  • Lee Joon
  • Shim Changmin
  • and Others

Genre :  Romance

Length : Series

Rating : PG

Sooyoung POV


Aku duduk di sebelah kiri Siwon. Mungkin mukaku masih bisa ditebak bahwa aku baru saja menangis.
“Apa kau punya masalah?” Ucapnya

.
“Ya… dengan Kyuhyun. Dia membentakku dan mengusirku, Oppa…” Gumamku. Mengingat kejadian 15 menit yang lalu membuatku kembali menangis.
“Mungkin ia tak sengaja, Sooyoung. Ia menyayangimu jadi, berpikirlah positif.” Tukas Siwon. Seolah-olah Siwon membela Kyuhyun.
Kuusap air mataku dan mengucap, “Tapi ia sudah tidak mencintaiku lagi, Oppa. Sudahlah, jangan bahas ini lagi. Apa yang ingin kau bicarakan padaku?”. Kulihat raut muka Siwon yang semakin menegang. Seperti ada yang ia sembunyikan dariku.
“Oppa?” Ucapku penuh tanya.
“Kau tahu aku sudah menganggapmu sebagai adikku yang kusayangi, mana mungkin aku bisa berbohong padamu. Tapi ini semua dilarang untuk kubicarakan padamu. Aku merasa kasihan padamu, Sooyoung.” Ucapnya sambil menatapku.
Aku tidak mengerti apa yang dimaksud Siwon. Sama sekali. “Maksudnya? Aku tidak mengerti, Oppa.” Gumamku.
“Sudahlah, Kyuhyun ada di belakang kita. Di ambang pintu, lihatlah. Baiklah aku akan pergi.” Ucapnya.
“Apa Oppa yang memberitahunya?” Sahutku.
“Tidak, aku tidak memberitahunya. Aku berani bersumpah, Sooyoung.” serunya. Siwon meninggalkanku sendiri. mengapa ia bisa tahu kalau Kyuhyun berada di sini? aku saja tidak menyadari kalau Kyuhyun ada di balkon.
Rasanya aku tidak ingin bertemu dengan Kyuhyun hari ini. Sangat amat tidak!
Kyuhyun menghampiriku dan duduk di sampingku. Sebenarnya aku ingin pergi, tapi tidak bisa.
“Sooyoung, aku minta maaf, bisakah kita berbaikan?” Ucapnya. Aku masih terdiam tak menjawab apa yang ia tanyakan. Sepertinya tatapanku kosong.
Sooyoung POV end
Kyuhyun POV
Mungkin setelah 2 minggu lebih aku tidak bertemu dengan Sooyoung. Hari ini, aku dikagetkan karena Sooyoung ada di apartemenku. Singkatnya, aku bukan bermaksud mengusir Sooyoung tapi, aku agak geram dengannya.
Kuikuti dia dan ternyata dia menuju Dorm SuJu. Untuk apa dia ke sana, ke dorm ini? Aku terus mengikutinya hingga berakhir di balkon.
Dia bersama Siwon. “Kumohon jangan sekarang, jangan sekarang, Siwon.” Ucapku dalam hati.
Selang beberapa menit kulihat Siwon berdiri dan berjalan ke arahku.
“Belum sempat,” bisiknya. “Jangan kau buat Sooyoung seperti ini, Kyuhyun. Cukup sekali ini aku membantumu.” Lanjutnya.
Napasku kembali tak beraturan. Kuputuskan untuk mengambil langkah dan menghampirinya. Sekarang aku sudah berada tepat di sampingnya. Namun, setelah melihatnya sekarang, perasaan bersalah muncul. Ia sedikit melamun.
“Sooyoung, aku minta maaf, bisakah kita berbaikan?” Ucapku. Tak ada respon dari Sooyoung. kelihatannya dia tidak mendengarkanku. “Sooyoung,” ulangku.
Kuamati lagi Sooyoung saat ini. Air matanya terus mengalir tapi, ia tidak menangkap apa yang aku bicarakan. Tatapannya kosong, seperti orang yang tidak mempunyai tujuan hidup. Dengan segera, aku mengambil ponsel dan mengirim pesan kepada Siwon.
To : Siwon
Apa yang terjadi dengannya? Kemarilah, kumohon. Dia sedikit berbeda.
Selang beberapa detik kulihat Siwon sudah berdiri di belakangku.
Aku berdiri dan mengajak Siwon berbicara, agak menjauh. “Apa yang terjadi, Kyuhyun?” Ucapnya terengah-engah.
“Aku tidak tahu, dia tidak berbicara sedikit pun padaku. Lihatlah dan duduklah di sampingnya dan aku akan berdiri di sebelah sana.” Kataku sambil menunjukkan tempat yang akan ku duduki nanti.
Siwon berjalan santai dan mencoba mengatur napasnya agar kembali teratur.

“Soo-ah, apa kau mendengarku?” Ucapnya. Aku duduk di samping kanan Sooyoung.
“Sooyoung, kenapa kau seperti ini, apa ada yang ingin kau bicarakan?” Ulangnya.
Rasa bersalahku kembali lebih besar. Aku berdiri di depan Sooyoung dan memeluknya. Dia tak bersuara. Hanya desisan napas yang terdengar di telingaku. “Sooyoung, jangan seperti ini. Saranghaeyo.” Bisikku. Tak peduli Siwon mendengarkan perkataanku barusan. Aku hanya ingin Sooyoung meresponsku.
Aku bisa merasakan badannya lemas. Benar. Sooyoung pingsan. Aku membopongnya dan menuju ruanganku. Siwon memanggil dokter sembari aku menaruhnya di sofa.
Changmin datang bersama Leeteuk. “Ada apa dengannya, Kyuhyun,. Apa dia terlalu lelah?” Tukas Changmin. Aku tidak menggubrisnya.
Aku terus mondar-mandir karena bingung harus bagaimana. Sekarang Siwon yang berada di samping Sooyoung. kuacak-acak rambutku dan aku mulai depresi akan keadaan Sooyoung.
“Arrgghhh!!” Teriakku. Sekarang semua mata tertuju padaku. Tak lama dokter datang dan mulai memeriksa Sooyoung.
“Bawa dia ke rumah sakit sekarang, ada sedikit…. Tak bisa kujelaskan.” Ucap dokter itu kepada perawat yang kebetulan berada di sampingnya.
Mendengar kalimat itu aku semakin sedih. Mengapa harus rumah sakit. Kuikuti mobil ambulan dengan Siwon. “Sampai terjadi sesuatu dengan Sooyoung. akan kubunuh kau, Kyuhyun.” Ucapnya. Senyuman sinis Siwon keluar, berarti ia tidak sedang berbohong.
Setiba di rumah sakit, Sooyoung dibawa masuk oleh beberapa perawat. Di sepanjang lorong semua mata tertuju pada kami. Aku tidak berpikir kalau besok akan ada berita tentang kami. Karena itulah aku berada di sini.
Langkah kami terhenti saat Sooyoung dibawa ke ruang rawat. Dokter melarangku dan Siwon masuk ke ruangan itu karena nanti akan mengganggu jika kami berdua masuk.
Aish. Belum sempat duduk lama, wartawan datang dari berbagai arah. “Pintar sekali mereka datang dari berbagai arah agar kita tidak bisa menghindar dari mereka.” Bisikku pada Siwon.
“Tenanglah, aku akan bicara.” Bisiknya.
Berbagai wartawan sudah mengerubungi kami. “Mengapa salah satu personil SNSD… bla.. bla…bla.” Aku pusing mendengar kata-kata itu. semua pertanyaan dijawab oleh Siwon dengan satu kalimat.
“Choi Sooyoung tidak apa-apa, dan kami hanya ingin bilang sekali lagi Sooyoung tidak apa-apa. Dia hanya kecapekan.” Seru Siwon. Dan untunglah dokter segera keluar dan aku serta Siwon langsung memasuki ruang rawat.
“Jawaban yang bijak, kawan.” Ucapku sambil memukul pelan bahunya.
Drrttt… Drrrttt…
Ponselku bergetar. Ada panggilan dari Yoona.
“Kyuhyun, ada apa dengan Sooyoung?” tanyanya.
“Kemarilah dan ajak yang lain, aku tak bisa menjelaskannya.”
“Apa maksudmu?”
“Sudahlah, kemarilah.”
“Apa dia kritis?”
“Kemarilah! Ajak yang lain.”
Kututup teleponnya dan mulai duduk berdampingan dengan Siwon. “Jangan kau katakana padanya, Siwon. Kumohon.” Bisikku.
“Tapi dia sudah seperti ini. aku merasa kasihan padanya.” Balasnya.
“Kumohon, Siwon. Hanya kau yang tahu semua ini dan Yuri.” Bisikku.
Beberapa saat kemudian, personil SNSD yang lain berdatangan. Suara wartawan yang semakin riuh terdengar hingga ke dalam ruangan. Semua berbincang-bincang mengkhawatirkan Sooyoung.
Hingga pagi menjelang berikutnya, Sooyoung juga belum sadar. Hanya tinggal aku, Siwon, Yuri, dan Yoona yang berada di rumah sakit. Yang lain baru saja pulang.
“Kyuhyun, tidurlah. Dari kemarin kau belum tidur. Akan kujaga Sooyoung.” Ucap Yuri.
“Iya, tidurlah. Kelihatannya kau sangat lelah. Tidurlah di sofa.” Tukas Yoona.
“Dimana Siwon?” Tanya Yuri.
“Dia keluar untuk membeli makanan,” Gumamku. Memang aku sangat lelah. Dari mulai kemarin pagi hingga pagi ini aku tidak tidur.
Kurebahkan tubuhku ke sofa dan tidur untuk sejenak. Demi memulihkan tenagaku untuk menghadapi Sooyoung nanti.
Kyuhyun POV end
Sooyoung POV
Sebenarnya apa yang terjadi padaku pun aku tidak tahu. Saat aku membuka mata, yang kulihat hanya Yuri dan Yoona. Saat ingin kugerakkan tanganku, rasanya sangat lemas – tak berdaya.
“Yuri-ya, Yoona-ya, dimana Kyuhyun?” Rintihku.
“Kyuhyun baru saja tidur, mungkin 10 menit yang lalu.” Balas Yuri.
“Apa yang terjadi padaku?” Tanyaku penasaran. Yuri dan Yoona hanya terdiam sampai Siwon yang baru datang menjawab pertanyaanku. “Sooyoung, kau kenapa sampai drop seperti ini? kemarin kau pingsan. Apakah kau mempunyai masalah lain selain dengan Kyuhyun?” Ucapnya.
“Tidak,” Tukasku. Kenapa aku merasa selelah ini. aku baru menyadari bahwa terdapat selang infuse yang terpasang rapi di pergelangan tanganku. Aku di rumah sakit?
“Apa Kyuhyun baik-baik saja? Dan apa Eomma dan appa tahu kalau aku berada di sini?” Tanyaku.
“Kyuhyun. Dia tidak tidur dari kemarin pagi hingga sekarang baru bisa tidur karena menemanimu. Dan, orangtua-mu tahu namun, sudah kupastikan kau baik-baik saja dan akhirnya mereka tidak akan kemari. Sooyoung, apa kau baik-baik saja bila kami pulang? ada hal yang harus diselesaikan. Biarkan Kyuhyun di sini, menemanimu.” Ucap Siwon. Aku hanya bisa mengangguk pelan dan tersenyum sampai Yuri, Yoona, dan Siwon pulang.
Kulihat Kyuhyun yang tertidur pulas dan kucoba untuk membangunkannya.
“Oppa… bisakah kau bangun? Oppa…” Rintihku.
Apa dia akan mendengarkanku? Ya. Dia mendengar perkataanku barusan. Dia menghampiriku dengan muka kusut.
“Ambil-lah kursi dan tidurlah di sini, Oppa.” Ucapku. Aku hanya ingin Kyuhyun berada di dekatku.
“Aku minta maaf atas semuanya, Sooyoung. aku berjanji tidak akan membuatmu seperti ini lagi.” Ucapnya sambil menggenggam tanganku.
“Tidurlah, jangan bicarakan itu.” Balasku singkat. Kyuhyun hanya menurut saja. Dia kembali tidur dengan tanganku yang masih dalam genggamannya.
Kubelai rambutnya yang berantakan. Seakan tak tega melihatnya seperti ini. penuh dengan tekanan dan rasa bersalah.
Dengan keadaanku yang sekarang ini, apakah dia akan semakin parah? Kuingat apartemen yang berantakan kemarin. Yang menandakan bahwa Kyuhyun sedang banyak pikiran. Aku tak ingin membebani dia lagi. Dengan masuknya aku di rumah sakit ini akan membebaninya lagi.
*****
Sore ini saat semua berkumpul di sini, aku memohon kepada Kyuhyun untuk membiarkanku pulang. Namun, secara serentak Kyuhyun dan Siwon menyatakan tidak.
Aku akan diperbolehkan pulang besok atau mungkin lusa. Sebenarnya aku tidak suka dengan rumah sakit. “Oppa, aku mohon, aku akan pulang hari ini juga bila oppa tida mengizinkan.” Ucapku sambil melepas jarum infuse dari tanganku.
Secepatnya aku beranjak dari tempat tidur namun, aku ditahan oleh Kyuhyun.
“Baiklah, kita pulang tapi, kau harus berjanji pada kita semua, kau tidak akan memikirkan hal-hal bodoh yang akan mengganggu kondisimu.” Tukas Kyuhyun.
Senang rasanya saat mendengar kalimat itu. aku mengangguk dan tersenyum lepas.
“Mereka semua ada di luar, apa yang harus kita katakana, Kyuhyun?” Tanya Changmin. Mereka? Mereka siapa?
Apakah ada sesuatu yang tidak beres selama aku tidak sadarkan diri? Dan suasana menjadi hening.
-ToBeContinued-

Iklan

16 thoughts on “[Part 7] We Will Stay Together

  1. makin rame aja…sbner’a apa yg dirahasiakan kyuhyun sama siwon sih trus mereka yg ada diluar itu siapa wartawan bukan…lanjut ya chingu…

  2. woah,,
    curiga saia nieh ama kyu,
    kayaknya dya ada ‘Sesuatu’ deh ama yuri.. #muka detektif

    aaakh..
    Kasian soo T_T
    ampe saket gtu mikirin kyu 😦
    kyu sieh jujur aja kalo emang punya rahasia..

    Next part saia tggu 🙂

  3. mian iya baru komen .
    Ngebut baca . Annyeong~ reader baru here 😀
    Waduh waduh itu jngan” paparazi iy yg ada di luar ? Ckckckk.
    Mengganggu sekali *kalo bener*
    penasaran . Banyak konflik di crta ini .
    Lanjut chingu ^^

  4. Pasti yang di maksud mereka itu wartawan y ?
    Waa ceritanya seru aku suka

    Emang apa sih masalahnya kyuhyun yang tahu cma siwon dan yuri ?

    Penasaran jadinya aku suka FF’y

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s