[Part 8] We Will Stay Together

Title : [Part 8]  We Will Stay Together

Author : Naya ^^

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Choi Sooyoung
  • Lee Joon
  • Shim Changmin
  • and Others

Genre :  Romance

Length : Series

Rating : PG

***

Kyuhyun POV

~Flashback~

Aku, Siwon, Yuri, Yoona, Sunny, dan yang lainnya menjaga Sooyoung hingga larut malam. Semua sudah terlelap hanya tinggal aku dan Siwon.

“Aku akan keluar sebentar, jika kau ingin tidur, tidurlah.” Ucapku.

Langkahku yang semula hanya ingin jalan-jalan terhenti di ruang dokter yang tadi memeriksa Sooyoung. dokter itu belum pulang. tiba-tiba tanpa kesadaranku aku memasuki ruang dokter itu. “Ada yang bisa saya bantu, Tn. Cho?” Ucap dokter Lee. Aku duduk di hadapan dokter Lee.

“Dokter, bisakah kau jelaskan padaku apa yang terjadi pada Sooyoung?” Tanyaku.

“Aku kagum padanya. Sebenarnya batinnya sangat tertekan, namun fisiknya dapat mengendalikan.” Ucap dokter itu.

“Apa maksudmu?” Tukasku.

“Tn. Cho, dia sudah depresi berat, biasanya jika sudah depresi berat dia bisa…. Anda tahu sendiri kan? Tapi dia tidak, dia masih bisa mengendalikan dirinya.” Sambungnya. Aku kaget mendengar kata-kata depresi berat. Jadi, saat ini ia sangat tertekan?

“Apa yang harus aku lakukan, Dokter?” Rintihku. “Jangan biarkan ia berpikiran negative, dan bagi orang-orang di dekatnya harus selalu membuat dia gembira.” Balasnya.

“Gomawo, dokter.” Kataku sambil keluar dari ruangan itu dan kembali ke ruang inap Sooyoung. Ternyata benar, Siwon sudah terlelap. Mana mungkin aku bisa tidur malam ini setelah aku mendengar apa yang Dokter Lee katakan.

***

Sooyoung POV

Mengapa semua diam. “Kyuhyun, ada apa?” tanyaku. “Tenanglah Kyuhyun biar aku dan Yoona yang akan mengatakannya.” Ucap Siwon.

“Dokternya, panggil dokternya sekarang dan jangan biarkan dia mengucap sepatah katapun dengan mereka. Suruh dokter Lee tutup mulut.” Tukas Kyuhyun.

Sebenarnya ada apa ini. Apa yang ia bicarakan? Aku melihat Changmin sedang menelepon dokter. “Tiffany dan kau, Taeyeon kalian keluar dulu. Lalu Jessica dan Seohyeon, Sunny dan Heohyeon setelah itu Yoona dan Siwon keluar memberi konfirmasi. Aku, Sooyoung, Yuri, dan Changmin akan keluar setelah kau selesai.” Seru Kyuhyun.

“Dokter Lee sudah pulang dan dia berjanji tidak akan membicarakan apa pun kepada wartawan.” Ucap Changmin. Perlahan-lahan semua keluar sesuai perintah Kyuhyun. Aku digendong dan dinaikkan di kursi roda, karena memang aku masih lemah. Nanti Kyuhyun yang akan mendorongku.

Yoona memberi isyarat bahwa sudah saatnya aku keluar. Kyuhyun mendorongku dan Changmin berada di sampingku. Saat berjalan melalui lorong, wartawan mengikuti kami. Siwon sudah menyiapkan mobil di pintu masuk. Aku dibantu berdiri untuk masuk mobil. Kyuhyun terlihat sangat santai tapi ada raut muka cemas di wajahnya.

***

Setelah kejadian kemarin aku masih merasa kurang enak badan. Jessica dan Yuri yang menemaniku seharian ini.

Drrrttttt…. Drrrttt…

Terdengar getaran handphone, ternyata dari ponsel Yuri.

“Ya, Oppa.” Ucapnya.

“Apa kau di rumah Sooyoung?”

“Benar, kenapa?”

“Lihatlah televise sekarang.. pasti ada yang membongkarnya.”

“Apa? baiklah Oppa.”

Yuri berlari menuju ruang televise. Kuikuti langkah kakinya dengan lemah. Jessica berjalan di belakangku karena takut aku akan pingsan lagi. “Dengarkan ini.” Teriak Yuri. Kulihat televise dan kudengar dengan seksama.

“Salah seorang anggota SNSD, Choi Sooyoung kemarin hari Jumat masuk rumah sakit. Terdengar kabar bahwa Choi Sooyoung mengalami depresi akibat terlalu banyak masalah. Salah satu wartawan televise mengatakan bahwa anggota Super Junior, Cho Kyuhyun dan Siwon ikut menjaga. Namun, Cho Kyuhyun tidak keluar selama satu hari. Tersirat kabar ada hubungan khusus antara Cho Kyuhyun dan Choi Sooyoung karena selama satu hari itu, Cho Kyuhyun tidak meninggalkan kamar rawat Choi Sooyoung. saat dikonfimasi tentang hubungan tersebut, keduanya tidak berbicara sedikitpun kepada wartawan.”

Apa maksudnya? Aku depresi? Bukan depresi, melainkan tekanan batin. Seketika tubuhku langsung lemas. Aku terjatuh dan Jessica menangkapku meskipun aku sudah menyentuh lantai. Yuri langsung mematikan televise dan menghampiriku.

“Tenanglah, Soo, jangan kau pikirkan itu semua, biar kubantu berjalan. Ayo kita ke kamar.” Ucap Yuri sambil membantuku berjalan. Jessica hanya terdiam, mukanya sedikit cemas. “Sooyoung, aku keluar sebentar.” Ucapnya.

Dia tergesa-gesa keluar dari kamarku. “Yuri, antarkan dia pulang, aku ingin sendiri, aku kasihan melihatnya, aku akan baik-baik saja.” Rintihku. Yuri mengangguk pelan, terlihat sekali bahwa ia ingin menolak. Tapi, aku meyakinkannya untuk pulang.

Hanya tinggal aku sendiri di apartemenku. Tidak ada yang menemaniku sekarang. Kalimat reporter itu masih memenuhi pikiranku. Meskipun tubuhku sangat lemas, kutekatkan untuk berjalan ke dapur. Kulempar ke lantai semua barang yang ada di dekatku. Air mata yang terus mengalir di pipiku. Ditambah pikiranku yang linglung. Pecahan piring, gelas dan botol bertebaran di lantai. Langkah kakiku berlanjut menuju ruang televise dan merenung sejenak.

***

Malam ini Kyuhyun datang bersama Siwon. Kyuhyun terkejut saat mendapati apartemenku yang berantakan. Siwon langsung berlari menghampiriku. “Sooyoung, apa kau tidak apa-apa?” tanyanya.

“Sooyoung, apa yang terjadi? Kau sudah berjanji bukan?” ucap Kyuhyun sambil memelukku. Air mataku sudah tak tertahan lagi. “Lepaskan dia sekarang dan ikutlah aku, Cho Kyuhyun.” Bentak Siwon sambil menarik Kyuhyun. Kyuhyun dibawa keluar dari apartemenku. Kuikuti mereka perlahan tanpa mereka ketahui.

“Hentikan semua ini, Kyuhyun. Aku tidak sanggup melihat Sooyoung seperti ini.” serunya. Kyuhyun terlihat muram. “Aku, dan Yuri akan bisa mengatasi ini semua, tanpa mengganggu kesehatan Sooyoung. kumohon jangan beritahu dia.” Ucapnya.

Apa yang baru saja kudengar? Kyuhyun dan Yuri? Ada apa dengan ini semua?

“Sudahlah, Cho Kyuhyun. Hentikan semua ini. Kesehatan Sooyoung semakin menurun, ditambah kau dan Yuri. Kau membuat adikku gila, Kyuhyun.” Bentak Siwon.

Aku sudah tak kuat lagi dengan kata-kata Siwon. Apa coba maksudnya? Air mataku seakan hujan yang mengairi pipiku. Ingin rasanya aku menjambak rambut Kyuhyun. Aku keluar dari tempat persembunyianku dan menampakkan diri di hadapan mereka. “A-apa maksudmu, Siwon?” Ucapku tersedu.

Kyuhyun dan Siwon tersentak melihatku. Kyuhyun lalu membawaku pergi dari sini. Tangisku pecah saat melihat muka Siwon yang merasa kasihan padaku. “Masuklah, sebelum ada wartawan.” Ucapnya sambil membukakanku pintu mobil. Aku hanya bisa memainkan jemari sembari merunduk dan menangis. Meresapi kata demi kata yang terucap di mulut Siwon.

Aku tidak tahu Kyuhyun membawaku kemana. Aku terus memainkan jemariku dan masih dalam keadaan menangis. Selama perjalanan kami tidak berbicara satu sama lain. Hanya hembusan napas yang tak beraturan. “Kita sudah sampai.” Gumamnya.

Aku mendongak dan melihat sekelilingku. Pantai. “Iya, Pantai Incheon.” Sambungnya. Kyuhyun menyeka air mataku. “Bukankah aku sudah pernah berkata padamu, aku tidak akan membuatmu menangis, Sooyoung.” ucapnya.

Aku hanya mengangguk pelan, “K-kau.” Ucapku terbata-bata. Kyuhyun mendekatiku dan memelukku. “Aku akan selalu menyayangimu dan hanya kau yang aku sayang, Sooyoung.” bisiknya. Aku melepaskan pelukan Kyuhyun, “Apa yang kau inginkan dariku?” tukasku. “Apa maksudmu? Aku hanya ingin bersamamu selamanya.” Serunya.

Kyuhyun terus menatapku. Menunggu responku tapi aku tak mengatakan apa pun. Karena mungkin terlalu lama dia keluar dan dan membukakan pintu supaya aku keluar. “Aku tidak mau keluar!!!” seruku. Tepi trotoar yang lebih tinggi dari jalan membuat Kyuhyun lebih tinggi dilihat.

“Ayolah, sebentar saja.” Ucapnya. “Tidak, ini sudah malam. Cuacanya sangat dingin.” Gumamku.

Karena tolakanku Kyuhyun menyerah. Ia duduk di trotoar tepatnya di depan pintuku. “Apa kau tidak ingin membeku kedinginan bersama kekasihmu ini?” ucapnya sambil menggenggam tanganku. “Tidak,” gerutuku. Aku melepaskan kemejaku dan kukenakan di tubuhnya.

“Untuk apa kau keluar jika tidak ingin membeku di pinggir pantai seperti ini.” tukasku. Kyuhyun kembali memegang kedua tanganku lebih erat. Tangan dinginnya memainkan jemariku. Hembusan napasnya yang hangat mengenai tanganku.

“Jika kita benar-benar sudah bersama, apa kau akan memberikan dirimu seutuhnya kepadaku, Sooyoung?” Ucapnya. Matanya menatap tajam mataku. Ekspresi muka harapan terpancar di wajahnya. Sebenarnya apa yang ia bicarakan?

“Tidak,” jawabku. Apa jawabanku masuk akal? Ya. Itu bagiku.

“Meskipun kita sudah suami istri apa kau tidak akan melakukan itu?” tanyanya. “Melakukan apa?” tanyaku. Sejenak kami hanya terdiam. Terdapat senyuman sinis yang terpancar di mulutnya.

Aku benar-benar tidak tahu apa yang ia katakan. “Harga dirimu, Sooyoung. aku ingin memilikimu seutuhnya. Apa kau keberatan jika aku merebutnya darimu, Sooyoung?” jelasnya. Mataku terbelalak seketika mendengar kata-kata itu. “Dasar lelaki mesum!” seruku sambil menjambak rambutnya.

“Apa yang kau lakukan? Aku tidak bercanda, Sooyoung.” ucapnya sambil mengelus-elus rambutnya. Jadi inikah yang ia ingin katakan padaku di pinggir pantai malam-malam.

“Bisakah kau masuk, nomu chupsemnida, Oppa (dingin sekali).” Ucapku pelan. Kyuhyun menuruti perkataanku dan dia masuk. “Bisakah kita pulang sekarang?” tukasku.

Saat tiba di depan apartemen aku merasa ada yang aneh. Aku tampak tak berdaya. Lemas dan lemah tidak bisa bergerak.

Drrttt…. Drrrtttt….

Ada pesan dari Siwon

-ToBeContinued-

Iklan

9 thoughts on “[Part 8] We Will Stay Together

  1. sbner’a kyu sama yuri ngerahasiain apa dr sooyoung..omo kyu mau minta nc’an ya sama soo..lanjut chingu kalo bs ada nc’a ya chingu

  2. Waaa aku bingung
    Apa rahasia yang di pendam kyuhyun sma siwon
    Knpa ada nama yuri dan kyuhyun ?

    Aku tambah penasaran

    Aku suka FFnya 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s