[Part 3] Someone Like You

Someone Like You

Title : [Part 3] Someone Like You

Cast : Cho Kyuhyun | Choi Sooyoung | Jessica Jung | others..

Genre : Romance

Rating G

Length : Serie

Sooyoung POV

………

“Yang benar saja,” gerutuku pelan. “Baiklah, kalau begitu aku permisi dulu.” Ucapku pada penjaga toko tersebut. Penjaga toko tersebut hanya tersenyum saat melihatku keluar dari toko hewan ini.

“Hahhh, merepotkan saja.” Ucapku pelan sambil membuka gulungan kertas itu. Sebelum membaca petunjuk selanjutnya, aku mendapati sebuah foto lagi. Foto itu, Kyuhyun sedang berpose sambil menggendong anjing ini.

Aku tersenyum saat mengamati foto tersebut dengan lama. Apa aku menyukainya? Pertanyaan itu tiba-tiba muncul dari pikiranku.

“Tidak. Aku tidak boleh menyukainya, Sooyoung. Tidak boleh.” Aku berusaha meyakinkan diriku sendiri. aku mulai membaca petunjuk tersebut dan… Astaga. Ini lebih parah daripada petunjuk sebelumnya.

“Kau sudah mengikuti petunjukku sejauh ini. Gomawo before. Petunjuk kali ini, pergilah ke sebuah salon yang berada di perempatan jalan di depan. Kali ini kau tidak boleh menolaknya. Ke~”

Ke Salon? Apa yang selama ini kutakutkan bakal terjadi? Apa aku akan di permak habis-habisan dan kemudian akan dinikahkan bersama Cho Kyuhyun yang seluk beluknya pun aku tak tahu. Sooyoung, hapus pikiran negatifmu itu dari kepalamu. Jangan kotori pikiranmu untuk saat ini.

“Tuhan, apa yang harus kulakukan saat ini? apa aku harus pergi dari sini, mengemaskan barang-barangku dan pergi ke pulau terpencil untuk menghindar dari Kyuhyun? Atau aku harus mengikuti petunjuk-petunjuk darinya dan pasrah saat dinikahkan nanti?” aku menggelengkan kepalaku secepat mungkin beberapa kali dan membuatku sedikit pusing.

Aku berusaha menormalkan napasku yang sedikit terengah-engah. Aku hanya bisa mendesah kesal sebelum akhirnya aku berjalan menuju tempat yang dituju.

CringCreng. Aku membuka pintu salon dengan perlahan, berusaha untuk tidak membuat suara sedikit pun. Tapi, gagal total karena pintu tersebut dipasang dua buah lonceng.

Bunyi lonceng tersebut membuat dua karyawati salon tersebut mengalihkan pandangannya ke arahku sebelum akhirnya mereka menyapaku dan tersenyum. “Apa kau yang bernama Choi Sooyoung?” tanya salah satu karyawati tersebut dengan ramah.

“Iya,” jawabku singkat. “Umm, baiklah. apa kita bisa mulai?” tanyanya lagi.

“Mulai?” tanyaku penasaran. Napasku mulai terengah-engah lagi, takut hal yang tidak kuinginkan bakal terjadi.

“Iya, Tn. Cho Kyuhyun ingin kau tampil cantik dalam acara malam pergantian tahun nanti malam.” Ucap Karyawati tersebut. Mendengar perkataannya barusan, salah satu temannya menyikut lengan karyawati tersebut dengan keras.

“Apa yang kau barusan katakan?” tanyaku tersentak. Acara? Malam pergantian tahun? Apa aku tidak salah dengar?

“Owh, itu… aku salah bicara. Saya mohon maaf.” Ucap karyawati tersebut sambil membungkukkan badannya membentuk 90 derajat. “Baiklah kalau begitu, apa kau sudah siap?” sambung karyawati tersebut.

Aku hanya mengangguk curiga. Pikiranku saat ini terlalu banyak, membuatku sedikit pusing. Tidak seperti biasanya, jika aku sedang memikirkan sesuatu tak perlu membutuhkan waktu lama, pasti aku akan mendapatkan solusinya untuk menyelesaikan masalah itu. tapi, kali ini tidak. Pikiran itu terus membuntal dan menggebu di kepalaku.

Aku memejamkan mata untuk merilekskan kepalaku yang semakin lama semakin ruwet saja sementara tubuhku sedang dipermak habis-habisan. Aku baru menyadari kalau tubuhku terasa lelah. Berjalan begitu jauhnya untuk mendapatkan sebuah selendang yang sebenarnya tidak begitu penting bagiku. Tak jarang aku mencuri-curi tidur selama di rias.

“Ini sudah keterlaluan,” gerutuku saat melihat bayanganku di depan cermin. Yang kulihat saat ini, bukan diriku. Melainkan seorang gadis yang begitu polos, wajahnya seakan mengeluarkan cahaya yang begitu terang dan begitu memikat, kulitnya begitu halus, rambutnya dibiarkan tergurai bergelombang. Aku masih tidak bisa memercayai kalau bayangan itu adalah diriku, Choi Sooyoung.

Aku tak ingin menghabiskan sebagian waktuku di sini. “Permisi, apakah sebelumnya Tn. Cho menitipkan sesuatu untukku?” tanyaku pada salah satu karyawati tersebut sebelum aku pergi meninggalkan tempat ini. “Tidak, ia tidak menitipkan apapun untukmu. Tapi ia memesan padaku untuk memberitahukanmu satu hal.” Jelasnya.

“Apa itu?” tanyaku penasaran, kali ini mentalku sudah begitu kuat untuk menghadapi petunjuk selanjutnya. Tak perlu di herankan lagi jika petunjuk selanjutnya akan lebih parah dari sebelumnya.

“Ia berpesan padamu. Ini petunjuk terakhir untukmu, kau harus tetap berjalan tetapi kau tidak boleh mengikuti dari sebuah petunjuk tapi mengikuti apa kata hatimu saat ini.” jelas karyawati tersebut sebelum meninggalkanku sendiri yang sedang terpaku.

Kata hatiku? Kenapa harus menggunakan kata hatiku? Apa ia tidak tahu kalau hatiku saat ini sedang kacau. Percuma saja semua usahaku ini. apa aku bisa melakukannya? Cho Kyuhyun! Kau sungguh memuakkan!

Akhirnya, aku tetap berjalan dengan mengikuti apa kata hatiku. Aku terus berjalan ke arah utara sampai di pertigaan. Di sana aku termenung sejenak, berusaha mendengar kata hatiku. Di sisi lain, hatiku berkata aku harus berbelok menuju selatan tapi, di sisi lain aku harus berjalan lurus ke utara. Aku belum bisa memutuskan karena antara berbelok menuju selatan dan berjalan lurus ke utara menurutku memliki perbandingan yang seimbang.

Aku berusaha mendengarkan isi hatiku saat ini tetapi tetap saja. Aku memejamkan mata sejenak dan menghela napas dalam-dalam dan kembali mendengarkan isi hatiku. Aku termenung sejenak sebelum akhirnya aku memutuskan untuk berbelok menuju selatan. Aku tidak yakin bahwa pilihanku ini begitu tepat.

“Bodoh,” Ucapku sambil tersenyum. “Kenapa aku bisa sebodoh ini? Haha.” Lanjutku lagi sambil memukul pelan kepalaku tak peduli penampilanku akan rusak. “Kenapa aku terlalu memercayainya? Sooyoung, Sooyoung kau begitu polos. Pantas saja kau sering dilukai.” Gumamku pelan, tak memedulikan orang-orang yang membicarakanku karena berbicara dan tersenyum tanpa sebab.

“Permisi, apa kau orangnya?” Tanya salah seorang pejalan kaki yang kebetulan lewat di hadapanku.

“Maaf?” tanyaku tak mengerti. “Sudah kuduga, kau pasti orangnya! Ciri-ciri orang yang tertera di sini pun mirip dengan kau. Apa kau C-Choi Sooyoung?”

“I-I iya…. Aku Choi Sooyoung. Ada yang bisa saya bantu?” Tanyaku dengan ramah walaupun rasa penasaran masih berkecamuk di benakku.

“Ini, ada sesuatu untukmu….” Ucapnya sambil menyodorkan secarik kertas yang mungkin sangat berbeda dari kertas-kertas sebelumnya yang pernah kuterima. Kertas itu cukup unik, terdapat beberapa foto tempelan dan hiasan-hiasan daun kering dan bunga-bunga yang sengaja ditempelkan di sini.

“I-ini kan… fotoku saat aku dipermak habis-habisan. Kenapa ia bisa memilikinya? Apa selama dipermak ia diam-diam datang dan memotretku?” Ucapku tak percaya. “Umm, kalau begitu terima kasih dan maaf anda sudah direpoti.” Ucapku sambil membungkukkan badan berkali-kali.

“Oh, tidak masalah. Apa salahnya jika saling membantu?” ucap orang tersebut yang bahkan aku tidak mengetahui namanya tetapi aku juga tidak ingin mengetahuinya. “Baiklah kalau begitu, saya permisi dulu.” Katanya sebelum ia beranjak pergi.

Aku kembali menatap kertas tersebut.

“Bagaimana menurutmu?”

“Dia terlihat sama saja,”

“Ha! Apa-apaan ini?! perkataannya terlalu menyakitkan. Coba saja, jika ia berbicara seperti itu saat aku sedang tidak tertidur, aku bisa menjamin ia tidak akan selamat. Kali ini kau beruntung.” Gerutuku kesal.

“Oh, ya. Aku kelupaan sesuatu.” Ucap orang yang tadi memberikan kertas ini padaku. “Kau harus berjalan lurus ke depan sampai kau menemukan tiang lampu.” Sambungnya lalu berlari meninggalkanku lagi.

“Orang aneh,” gumamku pelan.

-ToBeContinued-

Fyuh… akhirnya selesai juga part ke-3 kalo ga salah ^o^. mian, kalo ceritanya agak ga nyambung karna aku lupa sama jalan ceritanya jadi… harap maklum Ke~

Mianhae, author di sini dengan terpaksa dan berat hati harus hiatus dulu untuk beberapa waktu. Tapi author janji kalo ada waktu  bakal ngepost lanjutannya! Oke, sekian dulu yang bisa saya ucapkan ^o^” maaf jika ff yang ada di sini tidak berkenan di hati anda semua yang membacanya :”

Iklan

13 thoughts on “[Part 3] Someone Like You

    • ya syukurlah kalo masih nyambung, chingu ^o^ –> lupa sama jalan ceritanya ^o^ hehe #plak
      um… liat di part selanjutnya aja yaaa soalnya sini masih bingung sama lanjutannya ^o^
      gomawo commentnya chingu

    • rame apanya? seppiii blogku ini -,-” #mojok dikamar…..
      gapapa baru comment chingu yang penting comment haha ^o^
      makasih pujiannya chingu *bungkuk-in badan berkali-kali ^^v
      okeh di tunggu lanjutannya

    • iya sematang rencana author sampe otak ngeluarin asap #ah lebay *plak…
      anjingnya? WHOAAA SAYA LUPA SAMA ANJINGNYAAA!!!! #anjingnya nangis ^o^
      di tunggu lanjutannyaaaa ya chingu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s