[Part 4] Someone Like You

Someone Like You

Title : [Part 4] Someone Like You

Cast : Cho Kyuhyun | Choi Sooyoung | Jessica Jung | others..

Genre : Romance

Rating : G

Length : Series

****

“Setelah ini?” tanyaku pada diri sendiri ketika aku menghentikan langkahku tepat di samping tiang lampu. Apa ini tiang lampu yang dimaksud? Tanyaku dalam hati. Wajar saja jika aku bertanya seperti itu karena tiang lampu ini bukan satu-satunya tiang lampu yang berada di jalan ini.

“Yak! Tenanglah! Seharusnya aku meninggalkanmu saja di salon dan kau akan menjadi peliharaan karyawati itu.” ucapku pada Ginovia – itu nama yang kuberikan untuk anjing pemberian Cho Kyuhyun yang tidak berhenti menggonggong. Aneh memang namanya, tapi aku sangat suka nama itu.

Bukannya itu dapat membuat Ginovia berhenti menggonggong, ia malah berlari seperti sedang mengejar sesuatu. Mau tidak mau aku ikut berlari karena tanganku saat ini dalam keadaan terlilit pada tali yang terpasang pada leher Ginovia.

Ginovia berhenti berlari dan Menggonggong. Saat itulah aku baru memerhatikan keadaan sekelilingku. Kami berada di halaman rumah yang tidak di terangi lampu taman. Aku melangkah pelan-pelan tanpa pernah memutuskan secara sadar untuk menggerakkan kakiku. Aku tak mengerti mengapa, tapi aku merasa hal itu lah yang harus kulakukan saat ini. Dorongan hati yang benar-benar tak masuk akal, tapi sudah lama sekali aku tak pernah lagi merasakan dorongan hati apa pun… jadi kuikuti saja – mungkin itu karena diriku yang well, sedikit berbeda.

Aku menengok ke arah belakang seakan ada yang memanggilku. Aku baru menyadari, di depan halaman rumah ini terdapat satu tiang lampu yang sedikit berbeda dengan tiang lampu yang kujumpai di perjalanan. Tiang lampu itu terlihat anggun dengan tumbuhan yang menjalar hampir menutupi tiang tersebut.

Cklek.

Aku memberanikan diri untuk masuk ke dalam rumah tersebut. Kulihat seorang pria yang tengah berdiri memunggungiku. Aku menghampirinya karena rasa penasaranku yang terlalu berlebihan dan memaksaku untuk menghampirinya. “Aku sudah menunggumu dari tadi.” Ucanya datar tanpa ekspresi sambil membalikkan badannya dan sekarang ia benar-benar menatapku.

Aku mundur beberapa langkah. “Kenapa?” tanyanya, ia berjalan menghampiriku. Aku belum bisa melihat wajahnya dengan jelas karena berdiri diantara kegelapan. “Bisakah kau tidak menghindar dariku terus?” Aku berusaha untuk melangkah mundur tapi gagal total, karena ia dengan gesitnya meraih pergelangan tanganku dan menariknya. Ia menarikku dan mendekapku di dadanya. “Apa yang kau lakukan, Cho Kyuhyun? Lepaskan! Aku sulit bernapas.”

“Diamlah, Choi Sooyoung! Jika kau terus meronta seperti ini, kau akan semakin sulit untuk bernapas.” Aku menuruti saja perintahnya karena aku mulai merasakan bahwa perkataannya ada benarnya.

“Choi Sooyoung, Noel Saranghaedo doeni?” tanyanya memecah keheningan.

“Museun tteusieyo?” tanyaku sambil melepaskan pelukannya. Apa aku salah dengar? Ia menyatakan perasaannya? Padaku? “Dasi malsseumhae juseyo?” tanyaku meminta pengulangan dari apa yang diucapkannya.

“Bolehkah aku mencintaimu?” ucapnya sedikit diperjelas. “Ige mwoyeyo…” gumamku.

“Ya, kau kira ini semua untuk apa? apa aku melakukan ini hanya sekedar untuk mengembalikan selendangmu, Choi Sooyoung? aku berharap lebih untuk itu.” ia kembali menarikku ke dalam dekapannya.

“Cho…” aku belum menyelesaikan kata-kataku, ia melepaskan dekapannya dan memberikan sesuatu padaku. “Ini.” ucapnya singkat.

“Apa ini?” tanyaku penasaran sambil membalik-balikkan sesuatu itu – hanya memastikan itu tidak berbahaya. “Buka saja.” Ia mulai tersenyum evil dan melihat gerakan tanganku yang mulai membuka ikatan selendangku yang mengikat pada sebuah buku.

“Aku tidak mengerti.” Ucapku sambil melihat isi buku itu. “Apa aku perlu menjelaskannya?” . “Tentu saja. Apa kau memata-mataiku?” tanyaku sambil mengalihkan pandanganku yang semula menatap buku itu untuk menatap matanya.

“Apa kau bisa meralat kata ‘memata-mataiku’? Itu terdengar jahat sekali.” Tukasnya.

Flashback POV

“Kyu, sebenarnya apa yang akan kau lakukan, ha?” tanya Donghae penasaran saat melihat adiknya sedang sibuk menggunting-gunting kertas dan menempelkannya pada sebuah buku.

“Sudah kukatakan, aku melakukan semua ini demi mendapatkan perhatian dari seorang wanita.” Ucap Kyuhyun tanpa mengalihkan konsentrasinya. “Apa aku boleh membantu?” ucap Donghae menawarkan diri. “Akhirnya kau mengucapkan kata-kata itu, Hyung! Aku sudah menanti-nantinya.” Ucap Kyuhyun girang. Ia membereskan peralatan tempurnya dan bangkit berdiri menghampiri Donghae dan memberikan alat tempurnya ke Donghae. Cish! Batin Donghae.

“Harus kuapakan ini semua?” tanya Donghae sambil memperhatikan peralatan tempur Kyuhyun yang sudah berada di tangannya. “Ikuti saja apa yang kukatakan.” Ucap Kyuhyun sebelum ia pergi meninggalkan Donghae yang masih berdiri mematung melihat Dongsaeng-nya.

“Kau mau kemana?” tanya Donghae saat melihat Kyuhyun yang sudah berpakaian rapi dengan tangan yang sudah menggenggam sebuah kunci mobil hendak memutar kenop pintu depan apartemen. “Aku ada urusan.” Jawab Kyuhyun singkat.

“Lalu, bagaimana dengan ini?”

“Aku akan mengirimmu pesan dan memberitahumu apa yang harus kau lakukan.” Jelas Kyuhyun pada Donghae yang tengah sibuk menggunting selembar kertas menjadi potongan-potongan kecil. “Ya! Kalau begitu caranya, kau akan menghabiskan persediaan kertasnya hanya untuk itu.” protes Kyuhyun.

“Haish, kau ini! bukannya berterima kasih padaku karena aku masih mau membantumu.” Gerutu Donghae dengan mulut mencibir. “Hyung, aku berangkat dulu.” Pamit Kyuhyun sambil memutar kenop pintu depan.

“Eh, kau mengagetkanku saja.” Ucap Kyuhyun pada seseorang sambil mengelus-elus dadanya sendiri karena kaget. Seseorang itu tersenyum geli saat melihat tingkah Kyuhyun. “Dang sineun misoga jeongmal areumdaweoyo.” Ucap Kyuhyun pada seseorang yang ternyata adalah wanita. Ekspresi wanita itu berubah saat mendengarkan perkataan Kyuhyun yang baginya sangat memuakkan.

“Geuryang nong damiyeyomianhaeyo.” Ucap Kyuhyun meminta maaf saat mengetahui perubahan ekspresi yang tersirat di wajah wanita itu. “Kau tidak perlu memperlihatkan ekspresi jijikmu itu padaku, Noona.” Gerutu Kyuhyun.

“Ya! Kau berusaha untuk mengambil yeojachinguku?” ucap Donghae sambil menghampiri Kyuhyun dan wanita itu. “Kenapa kau tidak mempersilahkannya masuk? Kau sama sekali tidak berubah.” Ucap Donghae sambil mempersilahkan wanita itu masuk ke dalam apartemen.

“Jess, maafkan Dongsaeng-ku yang masih kekanak-kanakan.” Ucap Donghae meminta maaf kepada wanita itu yang bernama Jessica. “Oh, tidak apa-apa, Oppa.” Ucap Jessica sedikit terkekeh. (** jujur author bingung Dongsaeng itu panggilan adik perempuan atau laki-laki atau sudah mencakup semua?)

“Hyung, aku mendengarkan apa yang kau katakan barusan.” Ucap Kyuhyun sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan Donghae dan Jessica di apartemen miliknya.

“Oppa, apa yang sedang kau…” ucap Jessica saat melihat seisi apartemen penuh dengan tumpukan sampah kertas. “Oh, ini semua karena ulah Kyuhyun demi mendapatkan wanita yang ia incar.” Donghae menjelaskan.

“Wanita?” ucap Jessica tak percaya. “Hu’um.. kalau tidak salah wanita yang ia incar itu bernama Choi Sooyoung.”

“Choi Sooyoung?!” teriak Jessica dengan nada tak percaya. “Wowowo, ada apa denganmu, Noona?”

“Ya, Oppa. Choi Sooyoung itu adikku.” . “Adikmu?”

Drrttt.,… Drrtt,…

Getaran dari ponsel milik Donghae, membuat Donghae kembali menelan semua pertanyaan yang ia ingin tanyakan pada Yeojachingu-nya.

“Siapa itu, Oppa?” tanya Jessica penasaran saat melihat Donghae dengan seriusnya menatap ponselnya, bahkan sampai-sampai Donghae tidak berkedip.

“Umm… Jess, maaf aku tidak memberi tahumu sejak awal. Apa kita bisa menunda kencan kita sekarang? Aku janji kita akan berkencan nanti malam.” . “Dan apa kau bisa membantuku? Ini demi masa depan adik-adik kita dalam urusan percintaan mereka.” sambung Donghae. Jessica mengganggukkan kepalanya dengan semangat.

“Apa yang harus aku lakukan untuk mereka, Oppa?” tanya Jessica. “Umm.. apa kau bisa menungguku di sini sebentar? Kurasa, Kyuhyun melupakan alat tempurnya.” Ucap Donghae sedikit terkekeh. “Noona, tunggulah sebentar.” Ucap Donghae sebelum akhirnya meninggalkan Jessica sendirian di apartemen Kyuhyun.

=========================

“Hyung, aku kelupaan sesuatu.” Ucap Kyuhyun sambil berlari menghampiri Donghae yang sudah menunggunya di depan gedung apartemen. “Gomawo, kau mau mengantarkannya.” Sambung Kyuhyun sambil mengambil alat tempurnya yang berupa camera, dan kertas-kertas yang sudah ia buat sampai tengah malam. “Kenapa kau tidak bisa menghilangkan sikap cerobohmu itu, ha?” ucap Donghae, nadanya terdengar sinis.

“Apa boleh buat? Itu sudah sifatku dari lahir, Hyung. Umm… Hyung aku harus segera pergi.” Ucap Kyuhyun sambil melambaikan tangannya pada Donghae dan berlari menuju mobilnya. Donghae menggelengkan kepalanya dan kembali ke dalam apartemen Kyuhyun.

=====================

“Ini akan menjadi perjalanan cinta yang sangat seru!” ucap Kyuhyun sambil mengendarai mobilnya ke suatu tempat.

“Permisi, Ahjumma. Umm.. maaf sebelumnya,  apakah saya boleh menempelkan ini di situ? Kumohon, Ahjumma, ini untuk masa depanku yang akan mendatang.” Rengek Kyuhyun kepada Ahjumma yang menjaga tempat laundry tersebut sambil menunjukkan tempat favorit Sooyoung saat ia mencuci pakaiannya dengan telunjuk jari Kyuhyun. Ahjumma itu hanya bisa mengangguk mengerti sambil tersenyum. Anak muda sekarang… batin Ahjumma itu.

“Terima kasih, Ahjumma.” Ucap Kyuhyun girang dan dengan segera ia menempelkan selembar kertas yang sudah tertempelkan sebuah foto di atas kertas itu. semoga ini berhasil daripada yang sebelumnya, batin Kyuhyun. Sooyoung sudah sampai ke tempat laundry tersebut saat Kyuhyun belum selesai menempelkannya.

“Hei, anak muda. Kurasa ia sudah datang.” Ucap Ahjumma tiba-tiba dan berhasil membuat Kyuhyun sedikit kaget. “Kau harus cepat.” Ucap Ahjumma itu lagi dan pergi meninggalkan Kyuhyun. Kyuhyun memastikan sekitar dan benar, Sooyoung sudah datang. Dengan cepat ia menempelkan kertas itu dan bersembunyi.

Sooyoung datang dengan membawa pakaian kotor yang menurut Kyuhyun itu kelewat banyak. Ingin rasanya Kyuhyun keluar dari tempat persembunyiannya dan membantu Sooyoung. “Apa-apaan ini.” Kulihat wajah Sooyoung mengernyit saat Sooyoung mengambil kertas yang ditempelkan oleh Kyuhyun. Sementara Sooyoung sibuk membaca isi kertas yang sengaja Kyuhyun ‘beri’ untuk Sooyoung – Beri dalam tanda kutip karena Kyuhyun tidak memberi kertas itu langsung kepada Sooyoung – Kyuhyun juga sibuk berjongkok di antara mesin cuci yang tempatnya begitu strategis untuk dicurigai oleh Sooyoung. (??)

Tak butuh waktu yang lama, “Ahjumma, aku titip pakaian milikku sebentar. Aku ada urusan.” Ucap Sooyoung kepada Ahjumma itu. mendengar langkah kaki Sooyoung sudah tidak terdengar lagi, dengan perlahan dan hati-hati Kyuhyun bangkit berdiri dan berjalan tersaruk-saruk menghampiri Ahjumma itu. “Gomawo, Ahjumma! Kudoakan tokomu ramai oleh pengunjung.” Ucap Kyuhyun sambil membungkukkan badan dan meringis kesakitan. “Kau kenapa, anak muda?” tanya Ahjumma penasaran melihat pergelangan tangan Kyuhyun yang menyangga punggungnya.

“Oh, aku terlalu lama berjongkok dan membungkukkan badan karena sembunyi. Tapi, tak apa, Ahjumma.” Ringis Kyuhyun sambil memukul-mukul pelan punggungnya dengan telapak tangan. “Ahjumma, mian. Aku harus pergi. Gomawo sekali lagi. Aku akan sering mengunjungi tokomu ini!” teriak Kyuhyun sebelum akhirnya ia menghilang dari hadapan Ahjumma itu.

“Kurasa ia masih jauh.” Gumam Kyuhyun pelan. Dengan segera ia menempelkan petunjuk selanjutnya pada sebuah tiang lampu berwarna hitam pekat. Sesekali Kyuhyun berjinjit sambil melihat ke belakang memastikan bahwa Sooyoung belum menampakkan batang hidungnya. Tanpa membutuhkan waktu lama, Kyuhyun kembali masuk ke dalam mobilnya dan menunggu.

5 menit kemudian….

Cepret. Kyuhyun memotret Sooyoung yang sedang mengambil petunjuk yang ia tempelkan tadi. “Cantik,” gumam Kyuhyun saat melihat hasil jepretannya dengan tangan kanan yang sibuk merogoh handphone-nya di dalam saku celananya. Kyuhyun mulai mengetik sebuah pesan singkat pada rekannya yang dengan senantiasa membantunya, Donghae dan menekan tombol send.

Sesudah mengirimkan sebuah pesan kepada Donghae, Kyuhyun menyentakkan kameranya di atas jok yang berada di sebelah kanannya dan memasukkan gigi mobil sebelum akhirnya ia melesat pergi meninggalkan Sooyoung yang masih berdiri mematung sambil berusaha mencerna maksud dari petunjuk kedua yang di berikan Kyuhyun.

Kyuhyun melesat pergi menuju toko bunga – Kyuhyun memilih toko bunga sebagai petunjuk keduanya, itu karena menurut Kyuhyun jika kau ingin menarik perhatian seorang Yeoja, bunga adalah satu-satunya ‘benda’ yang mampu menggoyahkan hati yeoja itu. (WHOOO! Author asal -,-‘)

“Permisi. Ahjussi apa kau membawa tumbuhanku sekarang? Aku ingin melihatnya.” . “Oh, bunga yang kau titipkan padaku ada di sana.” Ahjussi itu menunjukkan telunjuknya ke arah belakang Cho Kyuhyun. Pandangan Kyuhyun mengikuti telunjuk Ahjussi tersebut. “Aku akan mengeceknya.” Ucap Kyuhyun menghampiri ‘tumbuhannya’ – tumbuhannya dalam tanda kutip karena tumbuhan itu tumbuh berkat Kyuhyun atau lebih tepatnya Kyuhyun menanam mawar putih, tumbuhan yang ditanam Kyu untuk diberikan pada Sooyoung nantinya.

“Ahjussi, bisakah kau memberi tumbuhan ini kepada Choi Sooyoung? ini fotonya.” Kyuhyun memperlihatkan hasil jepretannya kepada Ahjussi itu. “Baiklah, akan aku berikan padanya.”

“Baiklah, Ahjussi! Saya permisi dulu. Maaf merepotkanmu.” Ucap Kyuhyun sambil membungkukkan badan membentuk sudut 90 derajat dan berjalan meninggalkan Ahjussi – penjaga toko bunga tersebut. “Ya! Saya kelupaan sesuatu. Ahjussi, tolong berikan ini juga padanya.” Kyuhyun menyodorkan sepucuk surat kepada Ahjussi itu sebelum akhirnya ia menderu pergi dengan mobilnya.

=========================

“Aku pilih yang ini saja.” . “Apakah menurutmu ini tampak menggemaskan?” sambung seseorang meminta solusi.

“Menurut saya, anjing ini tidak terlihat buruk,” ucap seorang lelaki sambil menggendong anjing yang dipilih oleh seseorang yang ternyata bernama Cho Kyuhyun. Cho Kyuhyun akhirnya memilih anjing itu dan akan diberikannya kepada Choi Sooyoung.

“Baiklah, apa kau bisa memberikan kertas ini dan anjing itu kepada Choi Sooyoung? ini fotonya.” Kyuhyun memperlihatkan foto Sooyoung kepada penjaga toko hewan ini. penjaga toko hewan tersebut menggangguk mengerti.

“Baiklah, ingat! Namanya Choi Sooyoung.” ucap Kyuhyun mengingatkan dan berjalan keluar dari toko hewan dan melanjutkan rencananya.

====================

“Baiklah, Cho Kyuhyun. Aku akan membuatnya lebih cantik malam ini dan kau pasti akan puas dengan hasilnya.” Ucap Karyawati salon setelah mendengarkan perintah Kyuhyun. “Aku akan menunggu di sini. kau jangan beritahu dia kalau aku berada di sini, noona.” Ucap Kyuhyun memperingatkan.”Dan, aku sudah mempersiapkan gaun untuk ia kenakan nanti. Usahakan ia mau memakainya.” . “Dia datang! Aku harus pergi.” Sambung Kyuhyun kepada karyawati salon tersebut dan berjalan pergi meninggalkan ruangan tersebut.

“Bagaimana menurutmu?” bisik karyawati tersebut pada Kyuhyun saat mengetahui Kyuhyun tengah melihat Sooyoung yang sedang dipermak habis-habisan. “Dia terlihat sama saja.” Ucap Kyuhyun, nadanya ikut berbisik. “Terlihat sama saja?” jawab Karyawati tersebut dengan tatapan tidak percaya. Kyuhyun menggangguk pelan saat menanggapi ucapan karyawati tersebut. “Dia terlihat sama saja, selalu cantik.”

=========================

Flashback POV end

Sooyoung POV

“Wajahmu memerah, Choi Sooyoung.” Kyuhyun menarik tubuhku kembali dan mendekapnya di dadanya dan membisikkan kata-kata itu tepat di telingaku. Bibir Kyuhyun menyapu leherku, tepat di bawah telinga. Ia terkekeh dan embusan napasnya yang hangat menggelitik kulitku yang dingin. “Apa yang kau lakukan?” ucapku dengan nada sedikit marah. Tapi, di hati kecilku aku menginginkannya. Ia tidak menggubris perkataanku. Malah, ia mengangkat tangannya dan merengkuh wajahku. Aku berusaha menolaknya tapi ia sama sekali tidak menuruti bahkan menggubrisku.

Ia menurunkan kepala ke kepalaku, dan tanpa kusadari, aku berjinjit, mengulurkan kedua lenganku – sambil masih memegang buku tempel yang ia buat – memeluk lehernya.

“Sudah kuduga kau menginginkannya, Choi Sooyoung.” Kyuhyun terkekeh, embusan napasnya dengan lembut menerpa wajahku. “Kau menyerangku terus,” jawabku singkat. “Setidaknya kau juga menginginkannya.” Ia mulai menciumku dengan lembut dan mesra. Karena ia yang memulainya, dan ia pula yang harus mengakhirinya.

“Choi Sooyoung? aku tak percaya k-kau…” ucap seseorang dari belakang tempat Kyuhyun berdiri sekarang. Serentak kedua tanganku menahan wajah Kyuhyun dan menarik wajahku dan menoleh ke sumber suara.

“Jessica? K-kau ? sedang apa di sini?” tanyaku tak percaya dan kembali menatap Kyuhyun dengan tatapan evilku dan berusaha melepaskan dekapannya tapi gagal total. “Kyuhyun-ssi! Lepaskan aku.” Perintahku pada Kyuhyun. Walaupun nadaku terdengar marah tapi aku bisa merasakan wajahku mulai memerah. “Tidak akan.” Jawabnya singkat.

“Sooyoung, kenapa kau tidak mengatakan kepadaku kalau pria yang kau sukai itu adalah Cho Kyuhyun?” ucap Jessica sedikit terkekeh. Wajahku semakin memerah saat mendengar perkataannya barusan. “Jessica, berhentilah menggodainya!” bela Kyuhyun.

“Apa kita bisa memulai acaranya? Sudah saatnya.” Ucap Donghae yang entah kapan sudah berdiri di belakang tubuh Jessica dengan tangan yang melingkar di pinggang Jessica. “Teman-teman kita bisa memulainya sekarang.” Teriak Donghae yang entah berbicara kepada siapa. Tidak sampai satu detik, semua lampu yang berada di dalam rumah ini menyala dan wajahku dengan mulusnya mulai memerah.

Bagaimana tidak memerah saat melihat banyak orang yang merupakan teman Donghae, Kyuhyun, Jessica, bahkan sahabatku berada di sini dan bisa kutebak pasti mereka melihat apa yang kulakukan pada Kyuhyun. “Sooyoung, Happy New Year!” ucap Kyuhyun sedikit berteriak karena suara music yang entah kapan mulai menggema di seluruh ruangan.

“Kau marah padaku, Choi Sooyoung?” tanya Kyuhyun sedikit berteriak, “Kenapa kau hanya diam?” sambung Kyuhyun. “Bagaimana tidak marah jika kau menyerangku tiba-tiba di depan orang banyak?!” suaraku tak kalah kerasnya dengan volume music. “Menyerangmu? Bukankah kau yang meminta?”

Aku hanya bisa menundukkan kepala karena malu dan lagi-lagi wajahku memerah. Kyuhyun mengangkat daguku dengan tangannya yang besar dan memaksaku menatapnya. “Neol saranghanda.” Bisik Kyuhyun pelan. Aku tak bisa mendengarnya karena volume music yang begitu keras tapi, aku dapat mengerti apa yang ia katakan dari gerak-gerik mulutnya.

“Kau bahkan belum menjelaskannya padaku.”

“Menjelaskan apa lagi? Bukannya sudah kujelaskan semuanya padamu?”

“Kau belum memberitahuku bagaimana kau bisa mendapatkan foto-foto yang tertempel di dalam buku ini.” . “Apa harus kujelaskan?” aku mengangguk yakin. Itu kulakukan untuk mengalihkan pikirannya.

“Aku menyuruh seseorang untuk memotretmu. Apa penjelasanku saat ini sudah cukup meyakinkan?” tanyanya lagi sambil menatapku dengan tatapan yang mengerikan. “Siapa dia?” tanyaku.

“Aku meminta mereka – Ahjumma yang berada di tempat laundry, Ahjussi penjual bunga, Pejalan kaki, Pelayan toko untuk memotretmu dan hasilnya akan diambil oleh Donghae dan Jessica.” . “Apa kau sudah puas dengan penjelasanku, Choi Sooyoung?” ucap Kyuhyun dengan sinis.

Aku hanya bisa terdiam karena tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Di ruangan ini hanya aku dan Kyuhyun yang tidak menari seperti yang lain. “Sooyoung, maukah kau untuk selalu berada di sisiku?” ucap Kyuhyun dengan lantang dan bernada menang.

Dengan ragu aku menganggukkan kepalaku dan Kyuhyun langsung menciumku kembali, membuat semua orang yang berada di ruangan ini berdeham dan berdecak.

END

Fyuh Fyuh akhirnya bisa nyelesaiin… #ngelap keringat. Mungkin part-4 ini agak aneh, ga nyambung pake banget dan… yah maklum author nggarap ini saat author lagi ngantuk, laper, haus, dan punggung pegal-pegal *eh bahasanya selangit. -à abaikan ini ke~~

Yo wis selamat membaca dan please, leave your comments ^o^…..

Iklan

13 thoughts on “[Part 4] Someone Like You

  1. thor, dongsaeng itu adik.. klu yeodongsaeng itu adik prempuan dan namdongsaeng itu adik laki”
    #cuman ngasih tau.. 😀

    so sweet banget kyuyoung..
    makin cinta ama nma.y kyuyoung.. :*
    d tunggu ff slanjut.y 😉

  2. Hadoohh….so sweet bgt si kyuppa 😀
    daebak chingu aku kira msh ‘tbc’ eh tau-taunya ‘end’ tp gpp semuanya happy ending aku jd ikutan seneng deh 😀
    keep writing ya !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s