[Part 1] Give Me Love

Give Me Love [Part 1] By Winaasri

Cast : Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung

Sub cast : Im Yoon-ah, Kwon Ji Yong and others….

Genre : Friendship, Romance, Happy

Length : Sequel – Series

Let’s cekidot —>

****

“Yoon, aku sudah mendapatkan nomor handphone Cho Kyuhyun!” teriak Sooyoung histeris saat melihat Yoon-ah tengah asik membaca komik dengan earphone yang terpasang di telinganya. “Yoon, apa kau mendengarkanku?” teriak Sooyoung tepat di telinganya ketika ia sudah berada di bangku Yoon-ah. “Aish! Apa yang kau lakukan? Telingaku hampir tuli karena suara cemprengmu itu!” teriak Yoon-ah sambil melepaskan earphonenya.

“Aku sudah mendapatkannya!” teriak Sooyoung histeris sambil memukul-mukul pelan meja Yoon-ah. “Hanya itu?” tanya Yoon-ah dengan tatapan tanpa ekspresi.

“Kenapa hari ini kau bersikap dingin? Apa kau lagi kedatangan tamu?” bisik Sooyoung dengan sangat pelan karena Mr. Choi sudah masuk ke ruang kelas. Sooyoung tahu benar seluk beluk sahabatnya itu, Im Yoon-ah karena mereka sudah bersahabat semenjak mereka duduk di bangku sekolah dasar. Yoon-ah mengangguk pelan.

“Soo, aku sudah resmi menjadi yeojachingu-nya Kwon Ji Yong!” ucap Yoon-ah memulai pembicaraan. “Waw! Im Yoon-ah, saya ucapkan selamat kepadamu dan Kwon Ji Yong!” ucap Sooyoung. Suara Sooyoung yang cukup keras membuat Mr. Choi menatapnya dengan tatapan killernya.

“Choi Sooyoung! coba kerjakan soal nomor 14 di depan…” Sontak embusan napas lega terdengar di penjuru kelas. Beberapa menengok prihatin ke arah Sooyoung.

Dengan enggan, Sooyoung beringsut ke depan sambil masih menggerundel dalam hati, mengutuki nasib sialnya dalam hati. Dengan aji-aji pengawuran Sooyoung yang bisa di bilang cukup jitu itu dengan yakin Sooyoung mengerjakan soal nomor 14.

“Choi Sooyoung, kemarilah!” Ucap Mr. Choi setelah memeriksa hasil pekerjaannya di papan tulis. Dengan berat hati, Sooyoung menaruh spidol di meja dan menghampiri Mr. Choi yang sedang duduk di bangku guru. “Choi Sooyoung, kenapa soal semudah itu tidak bisa kau kerjakan dengan benar? Sungguh membahayakan. Choi Sooyoung, bagaimana bisa kau akan mendapatkan nilai yang baik jika mengerjakan soal semudah itu saja kau tidak bisa mengerjakannya?” Mr. Choi menceramahiku habis-habisan.

“Murid-murid, apa kita harus menghukum Choi Sooyoung? hukuman apa yang pantas untuknya?” tanya Mr. Choi. Sooyoung hanya bisa pasrah saat mendengarnya dan berharap hukumannya tidak terlalu parah.

“Menyanyi, Mr. Choi.” Usul Im Yoon-ah sambil nyengir ke arah Sooyoung. “Menarik juga.” Ucap Mr. Choi menyetujui usul Yoon-ah. “Ada yang mau usul lagi?”

“Sooyoung! nyanyikan kami lagu My First Kiss!” Usul Im Yoon-ah lagi-lagi. Awas kau, Im Yoon-ah batin Sooyoung. Mau tak mau Sooyoung mulai menyanyikan lagu My First Kiss daripada ia tidak menyanyi tapi tidak boleh mengikuti pelajaran Mr. Choi selama seminggu. Sungguh kejam.

“My first kiss went a little like this

Chu~ , and twist

Chuu~ Chuu~, and twist

Well my first kiss went a little like this

Chu ~, and twist

Chuu~ Chuu~, and twist.

I said no more teachers

And no more books

I got a kiss under the bleachers

Hoping that nobody looks

Lips like liquorish

Tongue like candy

Excuse me miss but can I get you out your panties?” Sooyoung menyanyikannya dengan suara cemprengnya. Suasana kelas yang semula sepi langsung terdengar sedikit riuh mendengar suara Sooyoung. “Cukup, Choi Sooyoung. kau bisa kembali ke bangkumu. Suaramu terlalu menyakitkan di telinga.” Ejek Mr. Choi. Suasana kelas semakin riuh mendengar ejekan Mr. Choi tersebut.

****

“Ngomong-ngomong, darimana kau bisa mendapatkan nomor Kyuhyun?” ucap Yoon-ah memulai pembicaraan saat jam istirahat pertama. Suasana kelas saat ini sedang sepi karena kebanyakan penghuni kelas ini berada di kantin.

“Oh, Aku mendapatkannya dari Sungmin.” Ucap Sooyoung datar tanpa menoleh menatap Im Yoon-ah. “Sungmin? Bagaimana bisa?” tanya Yoon-ah tak percaya. “Aku sedikit merayunya.. hehe.” Ucap Sooyoung tersenyum evil.

Sooyoung menyenggol pelan lengan Yoon-ah membuat Yoon-ah menelan kembali pertanyaan yang ingin ia tanyakan kepada Sooyoung. “Ada apa?” tanya Yoon-ah penasaran. “Yoon-ah, apa kau mau ke kantin bersamaku?” ucap seseorang dari ambang pintu yang ternyata Kwon Ji Yong. Dengan semangat, Yoon-ah mengiyakan ajakan Ji Yong dan pergi meninggalkan Sooyoung.

Di kelas, Sooyoung hanya seorang diri. Ia memasangkan earphone di telinganya. Music yang mengalun pelan di telinganya tidak membuat rasa bosannya lenyap begitu saja, jadi ia memutuskan untuk membaca komik. Sooyoung tidak menyadari kalau dia sedang diperhatikan oleh seseorang dari luar kelas.

“Yoon, aku minta minumanmu.” Pinta Sooyoung saat melihat Yoon-ah memasuki kelas dengan tangan yang menggenggam minuman yang ia beli di kantin. Yoon-ah menyodorkan minumannya kepada Sooyoung.

“Soo-ya, apa tadi Kyuhyun menemuimu?” tanya Yoon-ah memulai pembicaraan. Sontak Sooyoung terbatuk dan menatap Yoon-ah dengan mata terbelalak. “Apa kau bilang?” ucap Sooyoung meminta pengulangan.

“Apa Kyuhyun tadi menemuimu?” ucap Yoon-ah tepat di telinga Sooyoung dengan volume suara yang keras. Sooyoung menggeleng cepat. “Dugaanku salah,” ucap Yoon-ah atau lebih tepatnya bergumam.

“Memangnya ada apa?” tanya Sooyoung penasaran. “Oh, tidak apa-apa. hanya saja aku tadi berpapasan dengannya di tangga maka dari itu, aku menduga ia bertemu denganmu. Tapi ternyata tidak.” Ucap Yoon-ah sambil menyeruput minumannya yang sudah setengah kosong karena Sooyoung. “Berarti, kau dan Cho Kyuhyun memang tidak ditakdirkan bersama.” Sambungnya.

“Ya! Kenapa kau berkata seperti itu? bagaimana kalau itu menjadi kenyataan?”

“Itu sudah takdirmu.” Ucap Yoon-ah singkat sambil terkekeh melihat tingkah laku sahabatnya itu. “Ngomong-ngomong, bagaimana bisa kau dan Kwon Ji Yong…” Sooyoung tidak menyelesaikan perkataannya. “Kau tidak perlu tahu.” Ucap Yoon-ah, perkataannya berhasil membuat Sooyoung mengerucutkan bibirnya.

“Sooyoung-ah, mian. Pulang sekolah kau tidak perlu repot-repot mengantarkanku pulang.” ucap Yoon-ah memecah keheningan yang sempat terjadi diantara mereka. “Wo? Kenapa?”

“Aku ada janji dengan Kwon Ji Yong.” Sooyoung hanya terdiam. Ia terdiam bukan karena ia sedang marah kepada Yoon-ah, tetapi ia terdiam karena sesuatu yang tidak enak tiba-tiba terjadi padanya. “Soo, kau kenapa? Apa kau marah padaku?” lagi-lagi Sooyoung tidak menjawab perkataan Yoon-ah dan menggeleng cepat.

****

Kelas hening total. Senyap sempurna. Hal ini selalu terjadi di kelas mana pun yang di masuki Mr. Lee. Guru Kimia ini sebenarnya jarang marah, tapi beliau memang punya sense of kill yang berbeda dengan guru-guru killer lainnya. Dia tidak ‘membunuh’ muridnya dengan omelan panjang atau tugas menumpuk. Cukup dengan tatapan mata.

Kali ini nasib malang menimpa Yoon-ah. Di tengah keheningan sempurna itu, yang hanya terisi suara goresan Spidol yang digerakkan Mr. Lee di papan tulis, mendadak terdengar suara Im Yoon-ah yang sedang menanyakan apa yang sedang terjadi dengan Sooyoung. Sebenarnya suara Yoon-ah sudah bisa dibilang sangat kecil seakan-akan ia berbicara tanpa suara tapi, karena keadaan kelas 11 F terlalu hening, Mr. Lee dapat mendengar jelas suara Yoon-ah.

Mr. Lee langsung menghentikan kesibukannya memenuhi seluruh permukaan papan tulis dengan berbagai rumus dan contoh soal yang membuat kepala cepat menciut. Seisi kelas menyaksikan dengan tegang saat Mr. Lee yang tanpa mengeluarkan suara sedikit pun, cukup dengan menatap tajam dan menjulangkan tubuhnya yang tinggi besar di depan murid yang sedang bermasalah dan persoalan akan selesai saat itu juga.

“Aish, sialan.” Rutuk Yoon-ah saat Mr. Lee menyudahi pelajaran kimia dan pergi meninggalkan kelas saat bel jam istirahat berbunyi. Lagi-lagi Sooyoung hanya terdiam saat menanggapi perkataan Yoon-ah karena ia merasakan risi yang semakin menjadi-jadi.

“Kau kenapa, Soo? Daritadi kau hanya terdiam?” tanya Yoon-ah saat menyadari sikap Sooyoung hari ini sangat aneh. “Entahlah,” ucap Sooyoung singkat. “Apa kau sakit?” tanya Yoon-ah semakin khawatir saat melihat wajah Sooyoung yang pucat pasi. “Umm…” ucap Sooyoung sambil menggelengkan kepalanya dengan pelan.

Begitu bel pulang berbunyi, Sooyoung merasakan luberan yang keluar begitu saja langsung panic. Tapi, kepanikan itu ditekannya mati-matian, hingga tinggal berbentuk kegelisahan. Kegelisahan yang amat sangat. “Soo-ah, apa perlu aku membatalkan janjiku dengan Kwon Ji Yong? Kulihat kau tampak tidak sehat.” Ucap Yoon-ah memulai pembicaraan dengan nada khawatir.

“Tidak. Aku tidak apa-apa.” ucap Sooyoung tersenyum. Senyum tidak yakin. Aku tidak mau merusak kegiatan Yoon-ah dan Kwon Ji Yong. Apalagi Kwon Ji Yong adalah cinta pertama Im Yoon-ah, jadi aku tidak mungkin melakukannya. “Apa kau yakin?” Yoon-ah memastikan kembali. Sooyoung mengangguk pelan.

“Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu, Soo-ya!” ucap Yoon-ah sambil melambaikan tangannya dan menghambur pergi.

Sooyoung segera teringat kembali masalah besar yang sedang dihadapinya. Ia menoleh ke sekeliling sementara ia berpikir keras mencari siapa teman wanita yang bisa di mintai tolong. Aigo ! keadaan kelas sudah kosong tanpa seseorang pun. Bagaimana aku bisa pulang dengan bagian belakang roknya yang terkena bercak darah batin Sooyoung dalam hati.

Mau tidak mau, Sooyoung terpaksa tetap berdiam diri di dalam kelas sembari menanti keadaan sekolah benar-benar kosong agar ia bisa pulang ke rumah. Sooyoung tertidur di dalam kelas dengan earphone yang terpasang rapi di telinganya.

±3 Jam kemudian……

Sooyoung terbangun dari tidurnya dan menguap sambil meluruskan badannya dengan mengangkat kedua lengannya (??). tidurnya yang cukup nyenyak itu membuatnya lupa pada masalahnya. Aigo, apa keadaan sekolah sudah benar-benar kosong? Tanya Sooyoung dalam hati.

Sooyoung bangkit berdiri dari bangkunya dan berjalan perlahan-lahan menahan cairan darah agar tidak keluar. Belum sampai ia di ambang pintu kelasnya, ia di kagetkan oleh seseorang yang bernama Cho Kyuhyun. Dengan sigap Sooyoung merapatkan tubuhnya di tembok sehingga menutupi bagian belakang roknya.

“Kau kenapa? Kenapa jam segini kau belum pulang?” tanya Cho Kyuhyun. Jadi cemas melihat raut pucat Sooyoung. “Mmmm…” Sooyoung menggigit bibir. Mukanya saat ini sudah pucat pasi saat melihat Cho Kyuhyun datang tiba-tiba ke kelasnya dan Sooyoung juga merasakan cairan itu mulai keluar lagi.

“Ada apa?” Cho Kyuhyun mengulangi pertanyaannya. Jadi semakin cemas karena Sooyoung tidak menjawabnya. Sambil menunduk, perlahan Sooyoung  memutar tubuhnya. Seketika Kyuhyun terperangah.

“I-itu darah semua?!” tanyanya takjub. Muka Sooyoung jadi bersemu merah. Cho Kyuhyun berdecak. Jadi bingung juga.

“Kenapa kau tidak mengantisipasinya? Bawa jaket, gitu?”

“Ya! Aku tidak tahu ini bakal terjadi jadi, mana kepikiran?” Keduanya terdiam. Sama-sama kebingungan. Akhirnya Kyuhyun mengambil keputusan nekat. Kyuhyun memegang kedua bahu Sooyoung itu dari belakang, lalu mendorongnya ke luar kelas.

“Ya! Apa yang akan kau lakukan?!” teriak Sooyoung saat Kyuhyun mendorongnya ke luar kelas. “Aku bantu nutupin dari belakang.” Sooyoung hanya manut-manut saja saat keduanya berjalan menyusuri koridor yang memang sudah benar-benar kosong.

Sooyoung merasa nyaman. Nyaman dengan keberadaan Cho Kyuhyun di belakangnya. Nyaman dengan cara Kyuhyun memperlakukannya. Tidak salah jika Sooyoung menyukainya tapi, sepertinya ia sama sekali tidak ingat denganku karena Kyuhyun tidak pernah sekalipun menyebut namanya. Apa dia lupa?

“Kenapa kau tiba-tiba datang ke kelasku?” tanya Sooyoung memulai pembicaraan. Kyuhyun terdiam sejenak dan berkata, “Aku melihat sepeda motormu di lapangan parkir sebelum aku pulang dan aku mulai cemas terhadapmu karena hanya murid-murid yang sedang latihan basket yang ada di sini, tak terkecuali penjaga sekolah, Sooyoung.” Ingin rasanya Sooyoung berteriak kegirangan sambil jingkrak-jingkrak saat mendengar perkataannya barusan tapi ia urungkan niat tersebut. Ternyata ia masih ingat betul dengan namanya bahkan sepeda motor Sooyoung.

“Aku akan mengantarkanmu pulang.” ucap Kyuhyun menawarkan diri sambil menstater sepeda motornya. “Tidak, tidak perlu.” Tolak Sooyoung ramah dan tersenyum walaupun dalam hati Sooyoung menginginkannya.

“Apa kau akan mengendarai sepeda motormu dalam keadaan seperti itu? bisa-bisa kau akan dikira habis kecelakaan atau lebih dari itu….” Kyuhyun meraih tas ransel Sooyoung dan mengendurkan salah satu talinya. “Lalu bagaimana dengan motorku?”

“Biarkan di sini, penjaga sekolah pasti akan menjaganya. Lagipula, siapa yang akan mencuri sepeda motor butut itu?” ejek Kyuhyun. Sooyoung menjambak rambut Kyuhyun karena tak terima atas perkataannya. “Auw! Kau bisa merusak rambut indahku! Aku hanya bercanda, Sooyoung.” ucap Kyuhyun sedikit meringis sambil mengusap pelan puncak kepala Sooyoung.

“Eits, sebentar.” Ucap Kyuhyun menghentikan langkah Sooyoung yang sudah bersiap-siap naik ke atas sepeda motornya. Kyuhyun melepaskan baju seragamnya dan memasangkannya di rok Sooyoung – untuk menutupi noda darah di rok belakang Sooyoung. Untung saja Kyuhyun selalu memakai T-Shirt sebagai dalaman. Diselipkannya kerah dan lengan kemeja putihnya di pinggang rok Sooyoung.

“Kyuhyun, kalau begini kemejamu juga ikutan kotor, apalagi besok kemeja ini harus dipakai.” Ucap Sooyoung pelan sambil menundukkan kepalanya. “Tidak apa. mungkin besok aku akan beralasan jika aku ditegur.” Ucap Kyuhyun asal. Kyuhyun menahan tawanya saat melihat wajah Sooyoung yang memerah. Cantik juga, batin Kyuhyun.

“Kyu, sore begini kenapa kau masih di sini?” tanya Sooyoung. “Oh,  aku memilih basket untuk kegiatan ekstrakurikuler-ku. Dan, hari ini aku ada jadwal latihan basket.” Ucap Kyuhyun terkekeh.

Sooyoung hanya mengangguk mengerti. Benar kata Yoon-ah, tidak mungkin ia menyukaiku bahkan menungguku hingga sore begini, pikir Sooyoung.(??)

****

@Rumah Sooyoung – malam hari.

Sooyoung meraih salah satu buku dari tumpukan di depannya. Fisika. Pelajaran yang paling berat. Dibukanya bab yang telah dipelajari minggu sebelumnya. Sooyoung mencoba berkonsentrasi untuk mengingat kembali penjelasan terakhir yang diberikan guru. Dengan kesal Sooyoung menutup buku di depannya karena apa yang dipelajari Sooyoung susah masuk ke otak.

Sooyoung membuka pintu kamar yang terhubung dengan balkon. Meski pemandangan dari sini tidak terlalu bagus, Sooyoung betah juga di sini. Sooyoung duduk bersila di kursi balkon sambil merapatkan jaket. Kemudian ia mengeluarkan handphone dari saku jaket. Tidak ada missed call ataupun pesan singkat masuk.

Biasanya Sooyoung akan sms-an sama Yoon-ah tanpa batas waktu. Semenjak Yoon-ah berpacaran dengan Kwon Ji Yong, ia sudah jarang mengirim Sooyoung pesan singkat. Kalau pun Yoon-ah mengirim Sooyoung pesan singkat pasti Yoon-ah hanya bertanya masalah tugas rumah dan itupun akan putus hubungan dalam 1 -2 pesan singkat, setelah itu handphone-nya pasti akan nganggur lagi.

Tiba-tiba Sooyoung teringat pada salah satu nomor yang ada di handphone-nya saat ia sedang melihat isi phonebook list di handphone-nya. Tahukan kan siapa pemilik nomor tersebut? (Kok kayak lagunya Armada ya? ._. à ignore it!) tak lain dan tak bukan ya Cho Kyuhyun. Apa dia mempunyai nomorku? Aish, itu tidak mungkin. Menyukaimu saja tidak apalagi mempunyai nomormu, Sooyoung, pikirnya dalam hati.

Tanpa ragu lagi dan rasa takut Kyuhyun akan mengetahui kalau Sooyoung lah yang telah memissed call karena Kyuhyun telah mempunyai dan menyimpan nomor Sooyoung di phonebook list di handphone Kyuhyun, Sooyoung menekan tombol dial dan menempelkan handphone-nya di telinga. Tanpa menunggu panggilan itu diangkat, Sooyoung menekan tombol reject.

15 menit yang lalu….

30 menit yang lalu…..

Tanpa mengenal kata menyerah Sooyoung terus menghubungi nomor itu kembali. Masih tak ada reaksi. Jangan-jangan aku salah nomor? Pikir Sooyoung khawatir.

Sooyoung yang sudah mulai menyerah, kemudian berjalan ke dalam kamar dan terduduk di pinggir tempat tidurnya.

Tulululut… Tulululut… Tulululut…

Telepon parallel yang ada di sebelah Sooyoung bergetar-getar. “Biar orang yang di bawah saja yang angkat,” gumam Sooyoung pelan dan merebahkan tubuhnya di ranjang yang empuk

“SOOYOUNG!! ADA TELEPON.”

Dengan malas, Sooyoung bangkit bangun dan berjalan menuju pintu kamarnya, membuka kunci pintu kamarnya dan memutar kenop pintu.

“DARI SIAPA, EOMMA?” tanya Sooyoung dari lantai atas. Walaupun Sooyoung sudah membuka pintu kamarnya dan berdiri di ambang pintu, tetap saja ia harus berteriak saat menjawab ucapan Eomma dari lantai bawah.

“TIDAK TAHU!!! COWOK!”

Cowok? Jarang sekali ada cowok telepon ke rumah! Aneh! Siapa ya? Masa Kyuhyun? Tidak mungkin, batin Sooyoung dalam hati.

“YA SUDAH, SOOYOUNG TERIMA DARI ATAS!!”

“IHIYY, COWOK!!!” Teriak Ki Bum Oppa heboh saat mengetahui kalau Sooyoung mendapat telepon dari seorang cowok. “NORAKK!!” teriak Sooyoung sebal. Malu kalau cowok yang telepon ini, siapa pun dia, sampai dengar teriakan norak Ki Bum Oppa.

Dengan langkah tersaruk-saruk, Sooyoung berjalan menghampiri meja yang hanya beberapa langkah saja dari tempat tidurnya dan meraih gagang telepon cordless itu.

“Halo,” sapa Sooyoung sambil masih bertanya-tanya dalam hati suara siapa yang bakal didengarnya.

“Halo juga, Choi Sooyoung!” ucap seseorang di seberang sana dengan suara lantang. Cho Kyuhyun? Ya! Aku tidak mungkin salah dengar, ini suara Cho Kyuhyun! batin Sooyoung.

“Cho Kyuhyun?” tanya Sooyoung pelan – memastikan. “Ya! Cho Kyuhyun, makhluk tuhan yang paling seksi.” Dengan sangat pelan, Sooyoung meletakkan gagang telepon di atas meja dan langsung berhamburan menuju balkon. “Halo, halo.” Ucap Kyuhyun karena tidak ada jawaban dari Sooyoung.

“AAAAA!!!” teriak Sooyoung loncat-loncat kegirangan. Tak membutuhkan waktu lama, Sooyoung kembali masuk ke dalam kamarnya dan mengangkat gagang telepon itu kembali. “K-kau kenapa bisa tahu nomor telepon rumahku?” tanya Sooyoung to the point.

ToBeContinued

JAHHH! Seginikah kemampuanmu, Thor? Dan, epep macam apa ini?!

Ampun demi ampun, author sudah berusaha semaksimal mungkin untuk bikin sequelnya dan tak lupa author juga berusaha untuk bikin tuh sequel lebih ber bibit bebet dan bobot (???) tapi, GAGAL TOTAL!

Yah, hanya ini yang terus saja membayangi pikiran author……

Mian, mian, mian…. Kalo ceritanya ada

  1. Huruf-huruf yang salah, salah penempatan hasilnya… pas di baca jadi wagu.

Yah! Author sih pengen bikin kalian para readers ngakak tapi,,… *MIMPI AJA LOH! EPEP ANCUR KAYAK GINI PENGEN DAPET PUJIAN APALAGI PENGEN YANG BACA NGAKAK???*

  1. Ga ada nyambung2nya sama sekali,, dan terlalu gantung.
Iklan

29 thoughts on “[Part 1] Give Me Love

  1. . Kyuu, gw suka gaya loe pas diskolah bwt lindungin Syoo, nyehehe~
    . Syoo dapet telpon Kyu berasa dapet voucher gratis yah, langsung triak kegirangan. Update soon, kkk.

  2. Ahaha lucuuu masih sempet teriak dulu dasar soo eonni ckckc
    kayanya kyuppa ada feeling nih sm soo?
    ayoo semangat thor ditunggu next partnya

  3. hmpt,
    saia curiga nieh,
    it kyak.a yg perhatiin soo pas soo lg sendrian d’kelas it kyu,
    tros kyak.a it kyu jga sengaja nungguin soo plg,
    bukan krna latian basket 😀 *sotoi

    looh..
    It kyu kog bsa tlp soo?
    Tau no soo dri mana?
    Tambah curiga saia 😉 *apadeh

    next part d’tunggu 🙂

  4. hmpt,
    saia curiga nieh,
    it kyak.a yg perhatiin soo pas soo lg sendrian d’kelas it kyu,
    tros kyak.a it kyu jga sengaja nungguin soo plg,
    bukan krna latian basket 😀 *sotoi

    looh..
    It kyu kog bsa tlp soo?
    Tau no soo dri mana?
    Tambah curiga saia 😉 *apadeh

    next part d’tunggu 🙂 😀

  5. hahaha lucu ko FF’a
    Jgn pesimis…..fightin

    Kyu oppa ko tau no rmh soo eonn???n knp pas soo eonn tlpn gag dangkat2 ma kyu??

    N qw yakin kyu jga udah suka ma soo eonn,

  6. Wahh… Tbc cari masalah ya! Ganggu ajaa!
    Lanjut chingu! Lanjut…

    Soonnie kasihan ya, haid saat sekolah. Untung ada kyuppa. Kyuppa memang malaikat, ya, meski evil.

  7. omo soo lg dtang bulan trus yg nolongin gebetan’a lg wah malu berat,itu yg merhatiin soo kyu ya..sprti’a soo cinta’a ga brtepuk sblah tangan bukti’a kyu tau jg nomor telpon rmh soo..lanjut chingu ff yg bgus crita’a ringan and ngegemesin…

    • Annyeong readers baru *gini-ni kalo ga tau nama kalian para readers, jadi manggil kalian sesuka jidat author, Mian*
      gomawo chingu, atas commentnyaa ^o^

  8. knlan dlu, reader baru dsini 😀

    jyah soo oenni bhagia bgt,#aku jga#

    kyu baek bgt #oppaku gtu//narsis# 😀

    daebak 🙂

  9. Hmm, acara Soo yang keluar dari rumah buat jingkrak” dulu itu… Kaya reaksi “NAM” pemain “A Little Thing Called Love”…. Itu perasaanku loh…

    Keren…
    Neomu daebak…

    Shishishi, aku baca next part ya…

  10. Jiahahaha…seneng tuh si soo 😀
    bagus author ceritanya lucu..mian ya aku baru baca ff’y nih 🙂
    keep writing ya ! 😀

  11. sooyoungnya lucu abis.
    Kyuhyun jga keren, pas nutupin rok sooyoung.
    Kayaknya kyu jga suka deh sma soo, tpi sooyoungnya aja blum nyadar.
    Hehe.

  12. Wiihhhiii kyuyoung daebakkkkkkkk ╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!

  13. eonnie eonnie
    aku sukaaa looooooooooooooooooooo ><

    tapi kalo aku baca kayanya kamu terinspirasi sama banyak novel yaa *readersotoy
    kaya: esti kinasih – dian tanpa aku, a little white lie, dll
    tapi bener lo eonn, aku ngawur *dijitakathour

    terus mian yaaa. aku baru baca :I soalnya aku baru nemu ini blog. aku kan KNIGHT yang lumayan baruu.

    sekian ya eoon. terus cemungut bikin ff kyuyoung. okeyokey?
    bubay *bow

    • emang bener sih -,-” tapi gapapa lah 😀 huehehe *kabur

      gapapa kok 😀 sante aja, saya ga gigit kok 🙂
      gomawo ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s