[Part 2] Give Me Love

Give Me Love [Part 2] By Winaasri

Cast : Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung

Sub cast : Im Yoon-ah, Kwon Ji Yong and others….

Genre : Friendship, Romance, Happy

Length : Sequel – Series

Let’s cekidot —>

****

…………

“Cho Kyuhyun?” tanya Sooyoung pelan – memastikan. “Ya! Cho Kyuhyun, makhluk tuhan yang paling seksi.” Dengan sangat pelan, Sooyoung meletakkan gagang telepon di atas meja dan langsung berhamburan menuju balkon. “Halo, halo.” Ucap Kyuhyun karena tidak ada jawaban dari Sooyoung.

“AAAAA!!!” teriak Sooyoung loncat-loncat kegirangan. Tak membutuhkan waktu lama, Sooyoung kembali masuk ke dalam kamarnya dan mengangkat gagang telepon itu kembali. “K-kau kenapa bisa tahu nomor telepon rumahku?” tanya Sooyoung to the point.

“Aku tahu dari Kwon Ji Yong.” Sooyoung menggigit bibir bawahnya, berusaha menahan jeritan kebahagiaan (??). Baru satu menit Sooyoung merasa gembira karena Kyuhyun meneleponnya, cowok itu langsung ke permasalahan.

“Soo, kau besok masuk sekolah, kan?”

Dengan telepon cordless masih di telinga, Sooyoung berjalan ke arah void dan melongok ke bawah. Benar firasatnya, Ki Bum Oppa duduk di kursi dengan gagang telepon di tangannya.

“Oppa! Kau tidak perlu membuang waktumu untuk mendengarkan pembicaraan orang!” Kata Sooyoung. Ki Bum Oppa (Baca: Key) langsung menoleh ke atas. Begitu Ki Bum menoleh, Sooyoung menggeleng-geleng kecewa. Beginilah tidak enaknya telepon parallel. Sooyoung langsung menjauhi void dan kembali duduk di pinggir tempat tidur.

“Dia siapa, Soo?”

“Oh, dia kakakku.” Jawab Sooyoung singkat. “Rencananya besok aku berniat untuk tidak masuk sekolah.” Sambung Sooyoung mengalihkan perhatian Kyuhyun supaya tidak membahas tentang kakaknya yang rese itu.

“Benar kan feelingku? Lalu, kalau kau tidak masuk sekolah bagaimana dengan sepeda motormu? Dan, bagaimana juga dengan seragamku? Jadi, kau mau membiarkanku diceramahi oleh guru piket karena tidak memakai seragam?” Kyuhyun meluncurkan bertubi-tubi pertanyaan kepada Sooyoung.

“Yaaah…” Sooyoung bingung.

“Besok aku akan menjemputmu. Kita berangkat bersama ke sekolah,” Ucap Kyuhyun, mengagetkan Sooyoung. Gadis itu sampai tidak bisa bicara. “Oke, besok aku jemput.”

“Eh, naik apa?”

“Limo!” Jawab Kyuhyun pendek. “Sampai besok, ya. Bye! Chu~” terdengar suara telepon ditutup. Sooyoung meletakkan telepon itu ke tempatnya. Masih setengah tak percaya. Limo? Apa dia benar-benar akan menjemputku dengan mengendarai sebuah limo? Pikir Sooyoung dalam hati.

Sooyoung tersadar dari lamunannya. Ia berjalan menuruni anak tangga dengan wajah sumringah menuju ruang keluarga. Dan sesekali Sooyoung tersenyum mengingat Kyuhyun memberikan suara smooch-nya kepada Sooyoung sebelum Kyuhyun memutuskan hubungan.

Walaupun begitu, Sooyoung menonton televise dengan gelisah. Karena gelisah dan kebetulan remote televise berada di tangan Sooyoung, sebentar-sebentar Sooyoung refleks mengganti saluran televise.

“Sooyoung! jangan kau ganti-ganti terus saluran televisinya!” Jawab Ki Bum ketus. Appa dan Eomma yang sembari tadi berada di sebelah Sooyoung untuk menonton televise, mengangguk setuju atas ucapan Ki Bum.

Sooyoung tidak menggubris omelan Ki Bum Oppa, dan untuk kesekian kalinya Sooyoung melirik handphone-nya yang berada di pangkuan Sooyoung lagi.

“Soo, dari tadi kau terus melihat handphone-mu. Lagi menunggu pesan singkat dari siapa?” Tanya Eomma Sooyoung saat melihat Sooyoung melirik ke arah handphone-nya terus.

“Sooyoung lagi nunggu pesan singkat dari cowoknya tuh, Eomma!” Goda Ki Bum, Sooyoung hanya bisa melirik kesal ke arah Ki Bum Oppa. “Sooyoung, baru kelas dua SMA, sudah punya pacar. Awas kalau nilai-nilai rapormu jadi jelek, ya,” Ancam Eomma.

Sooyoung tertegun. Bukan karena ancaman itu.

“Aigo. Siapa yang sudah mempunyai pacar?” Ralat Sooyoung kemudian. Tapi setengah hati.

Eomma berlagak tidak mendengar. Begitu Sooyoung berjalan ke kamarnya dan akan menghilang di sana, Eomma mengulangi ancamannya, “Awas ya kalau nilai-nilai rapormu jadi jelek.” Sementara itu, Ki Bum berusaha menahan tawanya saat mendengar ucapan Eomma.

Cish. Sooyoung menutup pintu kamarnya. Ia mendaratkan tubuhnya dengan kasar di atas tempat tidurnya dan melamun menatap langit-langit kamar, merasa ada satu hal yang mengganjal.

Sooyoung meraba-raba saku celananya. Begitu mengetahui sakunya dalam keadaan ‘kosong’, seketika Sooyoung terduduk di ranjang dan berusaha mencari-cari sesuatu di sekitarnya. Ya! Handphone-nya tidak ada dalam kamarnya.

Ia berlari menuruni beberapa anak tangga dan berlari kecil menuju ruang keluarga begitu kakinya sudah benar-benar menapak di lantai bawah. Di ruang keluarga Eomma dan Appa-nya sudah tidak lagi berada di situ, hanya Ki Bum. “Ada apa?” Tanya Ki Bum heran saat melihat adiknya sedang meraba-raba pinggiran sofa.

“Aku sedang mencari sesuatu.” Jawab Sooyoung singkat.

“Apa kau mencari ini?” Tanya Ki Bum sambil menyodorkan sebuah handphone tepat di hadapan Sooyoung. Sooyoung langsung mengambil handphone-nya dari genggaman Ki Bum Oppa. “Tadi ada yang menghubungimu.” Ucap Ki Bum pelan dengan tatapan yang sedang menatap layar televise.

“Apa kau mengangkatnya?” Sooyoung cukup tercengang saat mendengar perkataan Ki Bum barusan. “Tidak,” Jawab Ki Bum singkat. Terdengar hembusan napas kelegaan.

“Asyiikkk…!” Teriak Sooyoung tanpa sadar ketika Sooyoung melihat layar handphonenya bertuliskan 1 missed call itu. setelah Sooyoung menekan list, di baris teratas, di belakang angka 1, tertera nama KyuKyu di layar handphone-nya.

“Idiih, tiba-tiba jadi girang begitu. Pasti cowokmu yang menghubungi handphone-mu tadi.” Ledek Ki Bum. “Tahu begitu tadi kuangkat saja.” Sambungnya dengan nada penyesalan.

“Biarin!” Ucap Sooyoung dengan riang sambil beranjak menuju tangga. “Awas kalau kau mempunyai cowok tidak bilang-bilang padaku!” Ancam Ki Bum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Sesampainya di balkon, Sooyoung kembali menatap layar handphone-nya yang masih bergeming. Sooyoung berhasil dibuat Kyuhyun penasaran. Walaupun Kyuhyun sudah menghubungi Sooyoung atau tepatnya missed call, tetap saja Sooyoung menjadi penasaran kenapa dia tetap bisa stay cool menghadapi ‘serangan’ yang diberikan Sooyoung. tidak seperti orang lain pada umumnya. Sekali ia mendapatkan sebuah missed call, orang tersebut mungkin akan me-missed call balik bahkan mengirim pesan singkat berulang kali.

Tapi beda dengan Kyuhyun. Walaupun Kyuhyun mendapatkan ‘serangan’ bertubi-tubi dari Sooyoung, tetap saja ia bisa stay cool menghadapi Sooyoung dengan cara me-missed call Sooyoung sekali.

Sekali lagi Sooyoung melirik ke arah handphone-nya. Begitu melihat keadaannya masih sama seperti waktu terakhir ia melihatnya beberapa detik yang lalu, Sooyoung melangkahkan kakinya menuju tempat tidur. Ia langsung membanting handphone-nya di tempat tidur lalu, tubuhnya ia hempaskan di atas tempat tidurnya yang empuk.

Sooyoung mencoba untuk terakhir kalinya menghubungi Kyuhyun. karena sedikit mengantuk, tanpa sadar Sooyoung membiarkan nada sambungnya terlalu lama.

“Halo.” Sooyoung langsung membuka mata lebar-lebar dan dengan gugup menekan tombol reject.

****

Sementara itu……

Cish! Siapa sih yang menghubungiku terus? Setiap kali aku ingin mengangkatnya pasti sudah di reject! Rutuk Kyuhyun dalam hati saat melihat 10 missed call tertera dengan jelas di layar handphone-nya.

Siapapun orangnya, aku tidak akan memaafkannya karena telah mengangguku! Tak henti-hentinya Kyuhyun mengomel dalam hati. Karena rasa penasaran Kyuhyun sudah memuncak, Kyuhyun menghubungi nomor tersebut.

Belum ada jawaban. Meski begitu, Kyuhyun membiarkan nada sambungnya terlalu lama. Sedetik kemudian Kyuhyun langsung tertegun mendengar voice mailbox nomor tersebut, lalu tersenyum evil.

****

Besoknya, Sooyoung terbangun dari tidurnya jam empat. Ritualnya kali ini agak berbeda. Kalau biasanya selesai mandi ia merapikan diri terlebih dahulu sebelum sarapan, sekarang agak berbeda. Selesai mandi dan masih dibalut mantel handuk – tentu saja sebelumnya ia memakai underwear – Sooyoung langsung sarapan.

Selesai sarapan, Sooyoung menghabiskan waktu yang  masih tersedia dengan berkutat di dalam kamar. Sibuk memusingkan diri dengan masalah-masalah yang baru ia sadari pagi ini. Setelah menghabiskan waktu hampir satu jam, Sooyoung tidak juga bisa memutuskan. Bukannya mendapatkan jalan keluar, ia malah tambah pusing. Akhirnya Sooyoung menyerah.

Sooyoung terduduk manis di teras menunggu Kyuhyun dengan hati tenang. Kyuhyun muncul dua puluh menit kemudian. Penampilannya tak berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Sooyoung jadi bersyukur dirinya tidak jadi tampil beda.

“Hai,” Kyuhyun menyapa. Tersenyum seperti biasanya. “Hai,” Jawab Sooyoung gugup – karena teringat kembali pada kejadian semalam – Dimana Sooyoung me-missed call manusia satu ini beberapa kali. “Apa kita bisa langsung berangkat?”

Sooyoung hanya mengangguk pelan.

“Naiklah,” Kyuhyun mempersilahkan Sooyoung. “Katamu, kita akan menaiki limo?” Tanya Sooyoung bingung saat mendapati kendaraan Kyuhyun saat ini adalah sepeda motor yang biasa ia kenakan.

“Iya,”

“Lalu?”

“Perkenalkanlah ini Limo, dan Limo, ini Choi Sooyoung.” Ucap Kyuhyun sambil menahan tawa saat memperkenalkan Sooyoung dengan sepeda motornya yang ia beri nama Limo.

“Tidak lucu.” Ucap Sooyoung dengan bibir yang mengerucut. Gemas melihat ekspresi wajah Sooyoung, Kyuhyun mencubit pipi Sooyoung sangat keras. “Auuww!!” Pekik Sooyoung kesakitan sambil menghempaskan tangan Kyuhyun di wajahnya dan mengelus pelan pipinya yang memerah berkat Kyuhyun.

“Ayo! Kita bisa terlambat.” Ucap Kyuhyun saat akan bersiap untuk menstater motornya. Lalu, ia menarik lengan Sooyoung yang masih berdiri mematung dan menyuruhnya untuk naik ke atas motornya.

Sebelum Kyuhyun menjalankan motornya, ia menarik lengan Sooyoung yang terlipat rapi di pangkuan Sooyoung dan menempelkannya di pinggang Kyuhyun. awalnya Sooyoung menolaknya dengan menarik tangannya tetapi, genggaman Kyuhyun terlalu erat membuat Sooyoung gagal untuk menariknya.

“Apa kau mau jatuh dari motor karena tak berpegangan?” Ucap Kyuhyun sambil menempelkan tangan Sooyoung di pinggangnya.

****

“Yoon, kau tidak memberitahu nomor handphone-ku kepada Kyuhyun, kan?” Bisik Sooyoung supaya tidak terdengar oleh murid-murid yang lain. “Aigo, Sooyoung. memangnya aku sebodoh yang kau kira?” Perkataan Yoon-ah barusan membuat Sooyoung mengalihkan pandangannya dan menatap Yoon-ah dengan tatapan tidak mengerti.

“Sooyoung, kuberitahu ya. Aku tidak akan memberikan nomor handphone-mu kepada Kyuhyun supaya kau yang menghubunginya terlebih dahulu.” Ucap Yoon-ah.

“Umm, apa kau sudah menghubunginya?” Bisik Yoon-ah saat melihat perubahan raut wajah Sooyoung yang semula ia memperlihatkan raut bingung di wajahnya dan sekarang ia memasang raut bersemangat. Sooyoung mengangguk pelan tetapi yakin.

“Lalu, bagaimana perkembangannya? Apa dia sudah menyatakan perasaannya padamu?”

“Yak! Tidak begitu juga kali, Yoon. Baru kenal dengannya saja belum ada dua minggu.” Kata Sooyoung pelan pada Yoon-ah sambil menengok ke kanan dan ke kiri, takut ada yang mendengarkan omongan mereka.

“Bisa saja seperti itu.” Tukas Yoon-ah singkat kemudian ia menyeruput habis jus jeruk.

“Woi, itu jus jeruk patungan, tahu! Jangan dihabisin sendiri dong! Enak saja.”

“He he, mian, Soo!”

“Soo, kalau aku boleh tanya, apa benar kemarin kau diantar pulang oleh Kyuhyun?” Tanya Yoon-ah, nadanya sama seperti tadi – pelan – memulai pembicaraan. Sooyoung hanya menanggapinya dengan anggukan pelan.

“Bagaimana bisa?” Tanya Yoon-ah sebelum akhirnya Sooyoung menceritakan kejadian yang ia alami kemarin.

“Kenapa kau tak bilang padaku? Tahu begitu, aku pasti akan membatalkan janjiku dengan Kwon Ji Yong.” Ucap Yoon-ah.

“Aku tidak mau mengganggu rencana kalian.”

ToBeContinued

Segini dulu yaa readers,,, biar kalian ga pegel bacanya. Dan imajinasi author udah mentok sampe di situ…… untuk part selanjutnya author usahain yang panjang deh 😀

Mian, kalau hasilnya tidak memuaskan karena aku ngerjain ini semalaman dan baru selesai jam 2 malam. Daripada part 2nya aku post sesudah ujian – bulan Juni – mending sekarang. Tapi ya itu, hasilnya tidak bagus2 amat dan maaf kalau ga ada nyambung2nya sama sekali…..

Sperti biasa, tinggalkan komentar kalian untuk ff-ku yang *ancur* ini ^o^

Dan Mian readers kalau komentar kalian ga pernah aku balas, bukannya sombong tapi author selalu kepincut sama waktu pas mau balas komentar kalian. Dan author bukan termasuk orang yang mempunyai mental baja kalo sudah dibentak sama bokap *EH?

Yasud segini dulu yaaa, ^o^

Gomawo !!!!

Iklan

23 thoughts on “[Part 2] Give Me Love

  1. makin seruu chingu 😀
    apalagi kyuyoung.a udaa mulai dkat 😉
    oa it kyak.a kyu udaa tau deh siapa yg missed call dya,
    cz ada senyum evil.a 😀

    next part d’tunggu,
    tros smga lbh panjang lg 🙂

  2. wkwkwk,,
    nama motor kok limo,,,,
    wah,,
    ak jd inget, ini kyk novel a litle white lie, tp agk beda si,,,
    ak suka novelnya,,,
    bgus jg kog critanya,,
    dtggu lnjutnnya
    😀

  3. Ahh..kyuppa diem” ngasih perhatian nih ke soo..pokoknya so sweet lah part 2 ini walaupun agk sedikit pendek ceritanya,,tp gpp HWAITING and keep writing ya ! 😀

  4. kyuppa tau g’ ya klo yg missed call it soo eonnie…..
    voice mailbox ny ap ya koq kyuppa jd ngluarin evil smile nya…..
    jd pnsran,………..
    ceritanya seru tpi syang k pndekan author……

  5. ╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO! Terusin thooooorrrrr

    Kyuyoung ( ̄▽ ̄)~■□~( ̄▽ ̄)( ̄▽ ̄)~■□~( ̄▽ ̄)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s