[FICLET/ONESHOOT] TRAP

TRAP KYUYOUNG

Title: TRAP

Author: Winaasri

Main Cast:

  • Choi Sooyoung (Girl’s Generation)
  • Cho Kyuhyun (SUPER JUNIOR)
  • and Others

Genre: Romance, Complicated, Hurt, dll dll (?)

Length: Ficlet or maybe Oneshoot? ._.

Disclaimer: This story is really the result of my thoughts and imagination. if there is a common story is beyond my power. and all the characters have different properties from the properties of the original. Please do not plagiarism~ :*

Happy Reading 🙂

“Beberapa pilihan untukmu.”

“Beri aku kebebasan atau beri aku kematian.”

***

Sudah hampir setahun ini aku menyandang status sebagai istri dari seorang lelaki bernama Cho Kyuhyun. Walaupun aku dan Kyuhyun telah melakukan ritual pernikahan yang sah dan menjadi sepasang suami-istri, tetapi apakah kata ‘istri’, ‘suami’, dan ‘pernikahan’ pantas untukku?

Sebenarnya aku tidak bisa terus-menerus seperti ini! Bagaimana pun juga aku adalah manusia yang butuh kebebasan hidup, kebebasan untuk mencintai layaknya orang pada umumnya. Tapi aku harus melakukan cara apalagi selain ini untuk bersamanya – walaupun hanya sementara, menurutku itu sudah lebih dari cukup.

“Sooyoung-ssi, malam ini kita akan menghadiri undangan makan malam dari sahabatku – Kris. Kau tahu harus berbuat apa kan?”

Aku mengangguk mengerti. “Iya, aku tahu. Aku harus berpura-pura menjadi istrimu.” ucapku dengan sedikit memberi penekanan pada kata ‘berpura-pura’.

Kyuhyun berdecak kesal. “Harus berapa kali kukatakan padamu, ha? Kau jangan mengatakan kata ‘berpura-pura’ itu lagi! Aku sangat tidak menyukainya karena itu terdengar sangat jahat!”

Jangankan kau, Kyu. Aku juga sangat membenci kata-kata itu. Dan, aku tahu betul kalau alasanmu membencinya akan sangat berbeda dengan alasan yang kumiliki. “Tapi – bukankah itu kenyataannya? Aku harus menjadi istri sementaramu atau lebih tepatnya berpura-pura menjadi istrimu selama 14 bulan dan setelah itu kita akan bercerai dan mulai menjalankan hidup kita masing-masing, dan melupakan semua ini seakan-akan tidak pernah terjadi. Begitu kan isi perjanjian yang kau buat?” Aku dapat merasakan suaraku mulai bergetar. Dan – oh tidak! Aku tidak boleh menangis lagi. Choi Sooyoung, kau harus tenang, kau harus kuat. Lagi pula hidup bersama Kyuhyun selama 14 bulan sudah lebih dari cukup ketimbang tidak sama sekali, jadi kau tidak boleh bersedih seperti ini.

“Baiklah, terserah kau mau berkata apa! Hanya saja aku tidak ingin merasa bersalah karena aku tidak pernah memaksamu untuk menyetujui perjanjian ini.” Kyuhyun langsung melenggang pergi menuju kamarnya dan langsung menutup pintu dengan rapat.

Aku hanya bisa menatap pintu kamar Kyuhyun dengan nanar. Tiba-tiba bayangan masa lalu itu kembali berputar. Dimana pertama kali aku bertemu dengannya atau lebih tepatnya melihatnya, saat pertama kalinya aku jatuh cinta pada seseorang yang saat ini menjadi suami ‘sementara’ku, dan saat pertama kalinya pula aku patah hati.

-Flashback POV-

“Hari ini aku ingin menemanimu menjaga toko, boleh kan?”

Jessica mengernyitkan dahi dan menatapku dari ujung kaki sampai puncak kepala kemudian ia meletakkan punggung telapak tangannya di dahiku. “Kau sakit?”

Aku menggeleng.

“Lalu? Tumben sekali kau ingin menemaniku menjaga toko.”

“Ini semua gara-gara orang yang sering membeli cokelat di tokomu itu.” bisikku tepat di telinga Jessica. Ia masih belum bereaksi dan masih menatapku dengan raut bingung. “Orang? Siapa?” Akhirnya ia buka suara.

“Ssstt… jangan keras-keras! Bagaimana kalau ia di sini dan mendengarnya?” ucapku sambil melihat-lihat sekeliling toko untuk memastikan. “Masa kau tidak tahu?” tanyaku lagi ketika keadaan benar-benar aman.

Jessica tersenyum simpul sejenak sebelum akhirnya menggelengkan kepala. “Soo, aku masih tidak tahu sia –.”

“Itu dia!” pekikku pelan saat melihat orang yang kumaksud berjalan masuk ke dalam toko – membuat Jessica secara terpaksa menghentikan kalimatnya. “Oh, dia. Kenapa tidak bilang dari tadi?”

“Biarkan aku yang melayaninya,” ucapku, tidak menggubris perkataan Jessica. Ia hanya mengangguk dan lebih memilih untuk melayani pengunjung yang lain.

“Selamat datang, Agasshi. Ada yang bisa saya bantu?” Aku berusaha untuk tidak memperlihatkan kegugupanku yang berlebihan ini.

“Hmm… Hot Chocolate,” ucapnya dengan datar. Sangat datar.

“Baiklah, akan kuambilkan. Harap tunggu.” Ucapku sebelum akhirnya melengos pergi menghampiri Jessica yang tengah sibuk melayani pengunjung yang lain. “Jess, bolehkan aku mengambil Sweet Chocolate untuk kuberikan padanya?” pintaku dengan suara memohon.

“Terserah kau saja. Tapi ingat, tidak gratis!”

“Aku yang akan membayarnya, Jess. Kau tenang saja.” Dengan segara aku mengambil pesanan Hot Chocolate miliknya dengan tambahan Sweet Chocolate. Seusai mengambil pesanan, aku segera menuju meja kasir – di sana ia juga tengah menanti pesanannya.

“Ini, Agasshi pesanan anda,”Aku menyodorkan kantong plastik yang berisi pesanannya, sementara itu ia tengah merogoh saku celananya untuk mengambil dompet dan mengeluarkan sejumlah uang yang tertera di mesin kasir. “Uhm, Agasshi – maaf sebelumnya tapi aku ingin memberikan ini pada anda.”

Agasshi yang bernama Cho Kyuhyun itu sempat mengernyit dahi melihat sekotak cokelat yang kuberikan. “Apa ini? Apakah hari ini ada diskon?”

“Ini – kuberikan karena aku mengagumimu, Agasshi. Maaf jika saya lancang,”

“Apa kau bilang? Mengagumiku? Kau bercanda?”

Belum sempat aku menjawab tiba-tiba seseorang wanita menghampiri Kyuhyun, “Chagi-ya, kau masih menunggu pesanan? Aku sudah menunggumu sedari tadi.” ucap wanita itu dengan nada manja. Siapa dia? Apakah kekasihnya? Tapi, mana mungkin! Ah! Sooyoung ppabo, mana mungkin orang seperti Cho Kyuhyun tidak mempunyai kekasih?

“Tidak. Ini sudah selesai kok. Hanya saja –,” Kyuhyun lebih memilih untuk tidak melanjutkan kata-katanya dan hanya menatapku dengan tatapan tanpa arti.

“Kyu, kotak yang ada di genggamanmu itu apa? Coba kulihat.” Wanita itu langsung mengambil kotak cokelat yang kuberikan untuk Kyuhyun. “Sweet Chocolate? Ini untukku?” tanya wanita itu.

“Gomawo, Chagi-ya. Kau tahu saja kesukaanku.” Lagi-lagi wanita itu berceloteh sebelum Kyuhyun berkata sesuatu. Melihatnya saja sudah membuatku geram. Kenapa ia tidak berkata yang sebenarnya saja? Apa dia takut jika kekasihnya yang norak itu akan marah kemudian akan memutusinya? Lebih baik aku pergi saja dari sini, dan satu lagi, tahu begini aku tidak akan memberikannya Sweet Chocolate apalagi mengatakan hal memalukan seperti tadi.

Akhirnya aku memutuskan untuk pergi dari sini. Tetapi sebelum beranjak pergi aku masih sempat melihat tatapan Kyuhyun yang lagi-lagi tanpa arti itu. Dan, itu semakin membuatku merasa sesak.

2 Days Ago.

Syukurlah dua hari belakangan ini aku tidak pernah mendengarkan kabar dari Agasshi yang bernama Cho Kyuhyun itu dan aku juga belum melihat dia lagi sejak kejadian kemarin.

“Soo, bagaimana kemarin? Sweet Chocolate-nya sudah kau berikan? Lalu, bagaimana tanggapannya?”

Aku hanya bisa mendesah kesal mengingat kejadian kemarin. “Aniya.” jawabku singkat.

“Kau ditolak?” Jessica cukup terkejut. Untung saja toko dalam keadaan sepi, jadi untuk hari ini Jessica masih bisa terselamatkan dari seranganku – setidaknya begitu. “Entahlah, mengatakan kalimat penolakan saja tidak.” Jawabku dengan lesu.

“Apa maksudmu?”

“Baiklah, akan kuceritakan,” Aku pun menceritakan secara detail tentang kejadian kemarin. Karena terbawa suasana, aku dan Jessica sampai tidak mengetahui kalau ada seseorang yang sejak kapan sudah berada di sebelahku. Dan, betapa terkejutnya aku – kurasa Jessica juga ikut terkejut – begitu tahu kalau orang itu Kyuhyun. Ya, Cho Kyuhyun!

“Maaf, Agasshi, ada yang bisa saya bantu?” Akhirnya Jessica memutuskan untuk memulai pembicaraan. Sementara aku? Aku hanya bisa terdiam seribu bahasa sambil sesekali merutuki diri sendiri.

“Ah, tidak. Aku hanya ada perlu dengan wanita itu.” ucapnya sambil menunjukku. Aku hanya  bisa menelan ludah dengan keras. Bagaimana ini? Apa dia mendengarkan ceritaku barusan lalu ia merasa tersinggung dan akan melakukan sesuatu yang bukan-bukan?

Aku langsung menatap Jessica dengan tatapan ‘Bagaimana ini?’, tetapi Jessica hanya balik menatapku dengan tatapan yang seolah-olah berkata ‘Hadapi saja’. Setelah itu Jessica langsung melenggang pergi ke belakang.

“Tujuanku ke sini untuk mengajakmu berbicara empat mata.” ucap Kyuhyun memulai pembicaraan, membuatku bergidik ngeri melihat perubahan aura yang terpancar dari dalam dirinya. “Di dalam mobilku,” lanjutnya tanpa ekspresi kemudian ia berjalan keluar toko. Awalnya aku ragu, tapi kuputuskan saja untuk mengikutinya.

***

“MWO!!”

“Bagaimana, kau mau?”

“….”

“Kau menolak?”

“Tidak. Aku mau.”

“Bagus. Pokoknya perjanjian ini akan berlangsung selama 14 bulan, tidak lebih. Selama itu pula kau harus tinggal di Apartement-ku. Di sana ada kamar tamu untuk kau tempati. Walaupun kita akan menikah dan menjadi suami-istri secara sah, kita tetap tidak boleh berhubungan fisik. Dan, satu lagi, kuharap kau hanya mengagumiku, tidak lebih karena aku tidak mau sesuatu yang merepotkan terjadi. Kau mengerti?”

“….”

“Setelah 14 bulan, aku akan mengurus surat perceraian kita. Dan setelah itu, kita akan menjalani hidup kita masing-masing.”

-Flashback POV End-

“Mungkin di mata orang lain aku sangat bodoh karena menerima perjanjian yang tidak masuk akal ini. Tapi, aku tidak pernah menyesal dengan semuanya. Sekalipun mencintaimu adalah hal yang terlarang bagiku, tetapi aku akan terus mencintaimu walau tanpa kebebasan dan tanpa sepengetahuanmu. Maafkan aku ,Kyu karena aku tidak bisa memenuhi permintaanmu untuk mengontrol perasaanku sendiri.” lirihku tanpa sadar.

Tidak! Aku tidak boleh semakin terlarut dalam kesedihan yang tidak berujung ini. Lebih baik aku mempersiapkan diri untuk nanti malam. Aku tidak mau tampil dengan penampilan yang buruk di hadapan Kyuhyun. Walaupun itu tidak akan menimbulkan kesan baginya, setidaknya aku tidak selalu buruk di mata Kyuhyun. Dan dengan sisa waktu kurang dari 4 bulan, aku akan berusaha menjadi yang terbaik.

“Yap! Aku tidak boleh sedih lagi karena Choi Sooyoung bukanlah wanita yang lemah dalam menghadapi sesuatu, dan aku yakin bisa melewati semua ini. FIGHTING! FIGHTING! Choi Sooyoung Jjang!”

***

“Kenapa Kyuhyun lama sekali? Apa makan malamnya dibatalkan, ya? Ah, tidak mungkin. Kalau pun dibatalkan pasti ia akan memberitahuku.” Berulang kali aku membenarkan posisi dudukku di sofa ruang tengah – resah.

CKLEK.

Mendengar suara pintu kamar Kyuhyun terbuka, aku langsung berdiri sambil merapikan ujung mini dress yang sedikit tidak rapi. Kyuhyun berhenti menuruni anak tangga saat melihatku sudah menantinya di ruang tengah. Melihatnya seperti itu, aku sedikit berharap ia akan memujiku atas penampilanku malam ini.

“Sudah menunggu dari tadi? Maaf aku lama.” ucapnya datar. Sangat datar. Sambil melanjutkan langkahnya yang menuruni beberapa anak tangga. Bahkan, saat dia sudah menuruni semua anak tangga pun, ia tetap berjalan melewatiku begitu saja.

Ya, tuhan, aku benar-benar sudah tidak kuat lagi. “Kyuhyun-ssi!” panggilku dengan suara yang sedikit kutinggikan dan itu berhasil menghentikan langkahnya.

“Ada apa?”

“Aku ingin perjanjian kita berakhir sampai di sini!”

“Baiklah kalau itu yang kau mau. Lagipula masalahku dengan Yuri sudah selesai, jadi perjanjian ini sudah tidak butuhkan lagi.”

Bulir-bulir air mataku sudah tidak bisa dibendung lagi dan lolos jatuh begitu saja ke permukaan lantai. Apa kau tidak bisa mengucapkan kata-kata yang lebih menyakitkan dari itu, Kyu?

“Dan, well – terima kasih karena kau telah membantuku untuk menghindar dari Yuri,”

Lebih baik kau tidak berterima kasih padaku, Kyu, daripada kau berterima kasih padaku tetapi masih ada sangkut pautnya dengan Yuri dan perjanjian konyol itu! Apa kau tidak bisa sekali saja membuat aku bahagia bahkan di saat terakhir seperti ini?

“Karena aku telah melakukan pelanggaran saat perjanjian ini masih berlaku, biarkan aku yang mengurus semuanya.”

Aku masih berusaha untuk mencerna perkataannya, “Pelanggaran? Apa maksudmu?” tanyaku sejelas mungkin supaya tidak terdengar seperti sesenggukan.

“Konyol memang kedengarannya,”. “Melanggar peraturan yang kubuat sendiri.” Kyuhyun tersenyum kikuk sembari menggaruk-garuk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal. “Seperti terjebak dalam peraturanku sendiri.”

“Kau mencoba mempermainkanku lagi?” ucapku tanpa sadar. Bagaimana bisa aku dapat keberanian untuk mengatakan itu? Oh, tuhan, sekali ini saja tolong aku.

“Aku sedang tidak mempermainkanmu.”

Tangisanku semakin menjadi-jadi. Kubiarkan saja tangisanku meledak supaya beban-beban yang selama ini kutanggung sendirian tercurah semua. “Kyu, aku lelah,” lirihku di sela-sela tangisan.

“Aku akan memberikanmu dua pilihan. Dan kau harus memilih salah satu.” ucapnya sembari menghela napas dalam-dalam dan mengembuskannya begitu saja. “Beri aku kebebasan untuk mencintaimu atau beri aku kematian, Sooyoung-ssi.”

Pikiranku mulai terasa penuh. Memikirkan pilhan yang Kyuhyun ajukan saja sudah membuat kepalaku sangat sakit. Pandanganku mulai sedikit kabur, tetapi aku masih dapat melihat Kyuhyun dengan jelas.

“Maafkan aku, Soo. Saat aku menyadari bahwa aku – umm, menyukaimu, seharusnya aku langsung berterus-terang padamu dan mengakhiri perjanjian ini. Tapi, aku terlalu pengecut untuk menghadapi egoku yang tinggi ini. Sekali lagi maafkan aku, Soo. Kau berhak memben –.”

“Apa yang kau katakan? Walaupun kau sering membuatku terluka, tetapi aku tidak pernah sedikit pun membencimu. Karena membencimu adalah hal tersulit untuk dilakukan daripada mencint –.”

Greb!

Belum selesai aku berbicara, Kyuhyun langsung menarikku ke dalam pelukannya. Apa aku berhalusinasi? Tidak, tidak mungkin ini halusinasi karena ini terlalu nyata untuk sebuah halusinasi. Tapi aku masih sangat yakin ini hanya halusinasiku saja, karena ini pertama kalinya ia memelukku.

“Kau sedang tidak berhalusinasi, Sooyoung-ah.” bisik Kyuhyun pelan. Bagaimana ia bisa tahu? Apa pikiranku begitu mudah ditebak?

“Kau tidak mau membalas pelukanku, hm?” tanya Kyuhyun sembari menuntun kedua tanganku untuk melingkar di badannya. Aku hanya tersenyum.

“Kyu –.”

“Hm?”

“Aku akan memberimu kebebasan untuk mencintaiku,”

FIN!

Annyeong saya kembali lagi setelah sekian lama Hiatus *author kurang ajar. Maaf kalo kedatangan saya tidak melanjutkan FF yang belum selesai malah buat FF baru, hehehe~~ tapi saya janji bakal nyelesaiin kok. udah segini aja, hehe aku tunggu comment kalian *bow

Note: maaf kalo banyak typo, kesalahan dalam cast, sama poster dan cerita yang ala kadarnya :3

Iklan

5 thoughts on “[FICLET/ONESHOOT] TRAP

  1. huaaaaaaaaaaaa kkkerennnnnnnnnn……….
    emangnya mslh kyu ama yuri apaan ya?
    akhirnya kyuyoung sling jatuh cinta!!!
    itu sihh kyu buat perjanjian yg aneh2, nah tu kena batunya sndri kn…
    next ff di tunggu!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s