[DRABBLE] EGO

fdfdhyf

A Winaasri Present © 2013

|| Genre: Romance, complicated (maybe) || Rating: G || Length: Drabble ||

This story is really the result of my thoughts and imagination. if there is a common story is beyond my power. So, do not plagiarism and do not bash!

{ [DRABBLE] One Sided Love }.

Sebelumnya baca Fanfic ini dulu nde? karena ini FF ada sedikit keterkaitannya :*

.

.

.

Aku tak pernah seperti ini sebelumnya – Cho Kyuhyun.

.

.

.

EGO

***

Aku mengedarkan pandanganku ke segala arah. Hingga akhirnya pandanganku terhenti pada sesuatu, membuatku tidak bisa untuk tidak tersenyum.

“Aku ingin tahu apa yang kau suka dan apa yang kau pikirkan tentang aku.”

Flashback ON

Pekerjaan ini benar-benar membuatku tidak bisa merasakan hidup. Bagaimana bisa Appa menyerahkan semua perusahaannya yang bisa terbilang besar. Sangat besar. Bahkan perusahaannya itu membawa pengaruh yang besar bagi Korea Selatan – begitulah yang dikatakan orang-orang – itu kepadaku? Kenapa tidak kakakku – Cho Ahra saja?

“Karena kau adalah seorang lelaki. Dan kau adalah putra Appa satu-satunya.”

Memangnya kenapa jika aku seorang lelaki? Apa bedanya aku dengan Noona? Lagipula yang membuatku berbeda dengan kakakku, Cho Ahra hanya jenis kelamin. Tentu saja aku pernah menanyakan hal itu kepada Appa. Dan kau tahu apa jawabannya?

“Tentu saja itu berbeda, Nak. Appa sengaja memberimu alih perusahaan karena kakakmu, Ahra kelak akan memiliki tugas dan tanggung jawab lebih besar saat berkeluarga nanti – mengurus suami serta anak-anaknya –. Appa berkata seperti ini bukan berarti kau tidak mempunyai tugas dan tanggung jawab saat berkeluarga. Kau tetap harus bertanggung jawab untuk menanggung hidup istri dan anak-anakmu kelak, maka dari itu Appa menyerahkan perusahaan ini supaya kau dapat mempersiapkan diri. Lagipula, Appa sudah terlalu tua untuk mengurus perusahaan lagi. Dan kalau dipikir-pikir ini ada untungnya buatmu karena kau tak perlu repot-repot untuk mencari pekerjaan.”

Memikirkannya saja mungkin sudah tidak akan ada habisnya. Jadi, mau tidak mau aku harus menerima alih perusahaan milik Appa dan menerima kenyataan bahwa aku, Cho Kyuhyun harus menggantikan posisi Appa sebagai Presiden Direktur di Cho Corporation diumurku yang masih terbilang belia.

Andai saja Eomma masih hidup, pasti aku bisa mencurahkan semua kepenatanku mengenai pekerjaan dan Eomma akan selalu menghiburku seperti yang biasanya ia lakukan dulu. Tapi sekarang aku tidak bisa mencurahkan semua kepenatanku karena tidak ada lagi orang yang bisa kujadikan sebagai tempat keluh kesah.

Sebenarnya ada Appa dan Ahra Noona yang bisa dijadikan sebagai tempat keluh kesahku. Tetapi mereka terlalu sibuk untuk meluangkan waktunya untukku. Dan aku juga tidak mau membuat mereka semakin terbebani.

Setiap sore, Eomma selalu mengajakku ke Taman Kota untuk melihat pemandangan Sungai Han saat sore hari. Aku masih teringat ucapan Eomma mengenai air Sungai Han.

“Kau lihat air yang mengalir yang tenang itu, Kyu? Jika kau ada masalah atau apapun yang tidak bisa kau atasi sendiri, kau hanya perlu melihat mereka dan tanpa kau sadari masalah itu seakan-akan mengalir keluar dengan tenang seperti air dan kau akan dengan mudah menyelesaikan semuanya. Percayalah pada Eomma, Kyu.”

Untung saja letak Perusahaan yang kini menjadi milikku tidak terlalu jauh dengan Taman Kota. Hanya beberapa blok saja. Jadi aku dapat meluangkan waktuku untuk ke sana. Dan karena jarak antara Taman dengan Perusahaan tidak terlalu jauh, aku memutuskan untuk berjalan kaki sembari berjalan-jalan sedikit.

“Hey! Bagaimana jika aku mencarikan kau seorang wanita?” usul sahabatku bernama Eunhyuk.

“Tidak perlu,”

“Cish! Kau ini. Bukankah menyenangkan memiliki kekasih? Apalagi semua wanita di seluruh penjuru Korea telah mengidolakanmu. Jika aku jadi kau, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Dikelilingi banyak wanita, memiliki kekayaan yang sangat berlimpah, dan ketampanan yang kumiliki akan kugunakan untuk mencari kekasih yang banyak. Hahahaha.”

“Hyung, gadis hanyalah gadis. Mereka tak berarti bagiku.”. “Ehm, kau tadi mengakui ketampanan yang kumiliki ini?” tanyaku dengan menampilkan smirk evil-ku.

“Ya! Aku tidak mengakui ketampanan yang kau miliki itu! Dan, awas kalau kau jatuh cinta pada seseorang!”

“Tidak akan,” selaku dengan mantap.

***

Berjalan kaki menyusuri jalan menuju Taman Kota sangatlah menyenangkan. Apalagi jika berada di tengah-tengah kerumunan pejalan kaki yang lumayan padat. Walaupun menyenangkan, tak jarang juga aku merasa kesal akibat beberapa pasang mata yang kebanyakan menatapku dengan tatapan genit atau semacamnya. Yang paling menjengkelkan jika aku sudah berjalan melewati mereka, aku selalu mendengar – walaupun samar-samar – perkataan mereka tentang diriku.

“Kau lihat? Itu Cho Kyuhyun!”

“Dia lebih tampan dibanding fotonya yang ada di kabar berita. Aku semakin menyukainya!”

“Aku ingin sekali menjadi kekasihnya! Pasti menyenangkan.”

Dan masih banyak lagi. Tetapi aku sama sekali tidak peduli dengan mereka.

“Astaga! Apakah kau Cho Kyuhyun?” Tiba-tiba seorang wanita berjalan mendekatiku dengan senyumnya yang terus tersungging di bibirnya. “Apakah kau Cho Kyuhyun?” tanya wanita itu lagi untuk memastikan.

Aku hanya menatapnya dengan tidak minat dan kembali melangkahkan kakiku yang sempat terhenti karena ulah wanita itu.

“YA!” pekik wanita itu dengan jengkel. Dapat kupastikan wanita itu mengejarku karena aku dapat mendengar derap langkah kakinya yang tergesa-gesa dan tidak teratur mendekatiku.

“Aku benar-benar tidak tahu apa yang dipikirkan oleh sahabatku sehingga ia dapat menyukai lelaki angkuh sepertimu!”

Langkahku terhenti seketika – tetapi tidak membalikkan badan. Aku terkejut. Benar-benar terkejut.

Aku membalikkan badan ke belakang dan menatap matanya dengan intens supaya aku bisa memastikan bahwa dirinya sedang membuat lelucon yang sama sekali tidak lucu. “Apa maksudmu? Aku sama sekali tidak mengerti.”

“Ha! Selain angkuh dan keras, kau ternyata bodoh juga.”

“….”

“Apa perkataanku kurang jelas? Baik, akan kuulangi lagi. Sahabatku menyukai dirimu. Dan aku tidak habis pikir, kenapa ia bisa menyukai seorang lelaki angkuh bernama Cho Kyuhyun.” jelas wanita itu dengan penuh penekanan di setiap kata-katanya.

Aku mendesis dengan geram. “Lalu?”

“La – lu? Apa kau gila, huh?! Benar kata sahabatku, aku tak perlu repot-repot melakukan semua ini jika dari awal aku tahu bakal seperti ini akhirnya. Dan, terima kasih karena kejadian ini aku tahu alasan mengapa sahabatku tidak ingin memberitahumu tentang hatinya. Aku benci mengatakan hal ini, tetapi demi sahabatku, aku akan memberitahumu sesuatu hal yang semestinya tidak kuberitahu padamu. Setiap sore, ia selalu berada di Taman Kota.”

Setelah wanita itu memarahiku panjang-lebar tiada henti, ia langsung melenggang pergi begitu saja melewatiku dengan pandangan lurus ke depan – seperti tidak terjadi apa-apa. Tetapi wanita itu sempat berbicara lagi sebelum akhirnya ia benar-benar pergi menjauh dan hilang di antara kerumunan para pejalan kaki lainnya.

“Hanya untuk melihat seorang CHO KYUHYUN.”

***

“Apa-apaan wanita gila itu?! Sudah mengataiku, masih memarahiku tanpa henti pula!”

Aku menghempaskan tubuhku ke bangku taman dengan penuh emosi. Punya hak apa dia memarahiku seperti itu? Kenal saja tidak! Apa wanita itu tidak takut jika aku menuntutnya dengan alasan pencemaran nama baik seorang Cho Kyuhyun?

HA! Aku bisa gila.

Aku memejamkan kedua mataku sembari meletakkan kedua tanganku di belakang kepala sebagai tumpuan untuk kepalaku. Tiba-tiba dering yang berasal dari handphone-ku membuatku harus tersadar dan segera mengangkat telepon.

“Yeoboseyo?”

“….”

“Ah, nde, Noona.”

“….”

“Aku sedang berada di Taman Kota.”

“….”

“Nde, akan kupastikan aku berada di rumah sebelum makan malam.”

Piip. Aku mematikan sambungan teleponku dengan kakakku, Ahra. Ia selalu mengingatkanku untuk makan malam di rumah.

Tiba-tiba aku merasa rindu pada Eomma. Biasanya Eomma-lah yang selalu mengingatkanku untuk makan malam di rumah. Pernah ia memberitahuku alasan kenapa kami harus makan malam di rumah.

“Kau tahu kenapa Eomma selalu mengingatkan kalian untuk makan malam di rumah? Eomma tahu betul kalian sangat sibuk dan yang Eomma mau hanya lah sedikit saja waktu yang kalian luangkan untuk berkumpul bersama dan membentuk sebuah kehangatan dan keharmonisan dalam keluarga kita. Eomma tidak menginginkan semua kekayaan yang kita miliki – walaupun itu adalah hasil kerja keras kalian selama ini – jika keluarga kita tidak harmonis.”

Sekarang setelah Eomma meninggal dunia, semua itu seakan-akan ikut pergi bersamanya. Tidak ada tempat untuk berkeluh kesah, tidak ada lagi yang mengingatkan kami untuk makan malam, bahkan tidak ada lagi yang memasak makanan untuk kami. Sampai akhirnya Noona memutuskan untuk mengganti posisi Eomma – yah, setidaknya keluarga kami masih tetap harmonis.

Aku menatap bagian kosong bangku yang kududuki ini dengan sendu. Tanpa sadar tanganku mulai meraba-raba bagian yang kosong itu. “Eomma, bogoshippo.”

Sadar akan apa yang aku perbuat, aku menggeleng-gelengkan kepalaku dengan cepat. Tidak! Aku tidak boleh sedih lagi. Kau tidak mau sampai terpuruk lagi kan, Cho Kyuhyun? Aku kembali mengangkat handphone-ku hingga sejajar dengan tinggi kedua mataku.

Aku menatap layar hitam dengan ukuran lebar kurang lebih 8 inci itu dengan seksama. Menarik juga! Aku dapat melihat sekelilingku tanpa menolehkan kepala sedikit pun.

Kedua mataku seketika membulat begitu aku melihat sesuatu di salah satu sisi layar handphone-ku – dan saat itu pula aku teringat akan sesuatu.

“Ia selalu berada di Taman Kota hanya untuk melihat seorang CHO KYUHYUN.”

Flashback OFF

***

Aku mengeluarkan handphone-ku dari kantung celanaku. Dan untuk kesekian kalinya aku menatap layar hitam handphone-ku dengan antusias. Bahkan aku sampai tidak mempunyai waktu untuk mengedipkan mata.

“Eomma, aku sudah bisa tersenyum.” gumamku bahagia sembari berharap Eomma akan mendengarkan perkataanku barusan.

Kau berbeda dari gadis biasanya. Apapun yang kau kenakan, kau terlihat begitu biasa. Bahkan, kau terlalu jauh bagiku untuk didekati. Kau juga hidup di dunia yang berbeda denganku. Itulah dirimu.

Seperti yang kukatakan pada Eunhyuk tempo lalu, gadis hanyalah gadis, mereka tak berarti bagiku. Aku lelaki yang angkuh, kuat, dan keras.

Tapi aku jatuh cinta. Senyumanmu yang selalu yakin telah menarik hatiku. Aku tak bisa tidur di malam hari karena memikirkanmu. Kau begitu luar biasa dan aku jadi gila. Bahkan melihatmu, aku gemetaran.

Oh, tuhan, dari mana asalmu, kenapa kau tiba-tiba menyiksaku? Apa yang harus kulakukan?

Kau membunuh egoku, Choi Sooyoung.

FIN!!

Annyeong saya kembali lagi :3

Bagaimana? Aneh kan? Saya sih ngrasa jelek banget ini Fanfic maka dari itu saya Cuma bisa nge-reblog Fanfic ini di KSI…

Sebenernya sih maunya saya itu di post di KSI langsung tapi setelah dibaca-baca ulang kok jelek banget udah gitu cuma sebatas drabble lagi TTˆTT

Oh iya bagaimana? Kalian sudah tau alasan kenapa Sooyoung tau nama Kyuhyun (walopun gak dijelaskan secara langsung, kuharap kalian bisa tahu dengan sendirinya), sama Kyu sering di taman mulu – tentu saja bukan karena jadi penjaga taman kan? *jujur saya ngekek begitu ngeliat salah satu komentar yg mengira kalo Kyuhyun jadi penjaga taman #sabarkan hatimu ya, Kyu. Kekeke~~~

Oh iya entar ini ada Asnya XD *tepuk tangan* dan semoga saja tidak kena writer’s block XD

Dan sekali lagi maaf banget karena KYUYOUNG belum bersatu TT,TT

Oke, sekian :* jangan lupa komentarnya.

Note : Cerita ini sedikit terinspirasi dari lirik lagunya Bigbang – EGO ^^

 

Iklan

139 thoughts on “[DRABBLE] EGO

  1. Daebbbakkk chingu,tp kog msh gantung,dan aq blm bgitu pham….sbnrnya soo itu yg mengatai kyu angkuh ap gdis yg sllu mnggunya ditaman???????bingung!!!!jd dtggu ASnya scpatnya chingu

  2. Daebbbakkk chingu,tp kog msh gantung,dan aq blm bgitu pham….sbnrnya soo itu yg mengatai kyu angkuh ap gdis yg sllu mnggunya ditaman,bingung!!!!jd dtggu ASnya scpatnya chingu

  3. part ini kyu pov smua yah 😀 coz kyu mulu yg ngomong ,soo nya kaia ilang ditelan bumi kaga ad suaranya 😀

    ahahhaha jd ntuh sbab nya kyu demen bngt k taman,ksian kyu eomma nya dh ga ad yh 😦
    #poor kyu

    next part ak tggu

  4. keren kok … aku sukaa… pesona soo eonni memang bener2 kuat XD
    tp end’a ngegantung thor, lanjutin donk … >>
    keep writing pokoknya thor .. ^^ ok!!

    • iya saya saja sampe tersepona *curhat
      oke ini dilanjutin kok chingu tapi waktunya gak tau kapan XD soalnya saya juga harus nglanjutin FF yg lain 😛

  5. kyu jatuh cinta sama soo, cie cie kkk~
    knpa engga ngedeketin aja kyu, jgn cuma liat doang _-_

    as nya ditunggu chingu 😀

  6. mwo??? saya bca ulang sampe tiga kali ga ngerti apa maksudnya si Kyu..
    dan lagi kenapa Kyu bisa tau nama Soo?

    AS nya di tunggu^^
    keep writing~
    Fighting!!~

  7. huaaa ternyata kyu jg suka ama soo, tp drmn kyu tau nama soo *itulah hebatnya kyu* kyaaa ditunggu AS’y 🙂 happy ending ya thor 🙂

  8. yaaay, ada ASnya.. >_<
    nah, sekarang yg jadi pertanyaan, dari mana kyu tau namanya soo??
    ah, ga terlalu penting, yg penting kyu ud jatuh cinta sm soo.. kyaaa.. XD
    ASnya ditunggu bgt thor, ga sabar n pengen tau gmn akhirnya kyuyoung saling berkomunikasi.. keke~~
    HWAITING.. '0')9

  9. kyu suka juga ma soo??klo darimana soo tau nama kyu,disini dah jelas,,lha klo kyu??koq tau nama soo??
    ow,,,jadi yg kmrin tuh POV soo dan yang ini POV kyu y thor,,,
    masih ada AS kan,,ditunggu ASnya..

  10. Kok kyu bisa tau nama soo?
    Oke, kyu udah mulai jatuh cinta sama soo! Tinggal jdian aja nih mereka! Itu pun kalo soo lgsung nerima kyu 😀
    As nya di tunggu

  11. eh kyuhyun udah sadar posisi duduk sooyoung? tapi tau nama sooyoung dari mana?
    huaa….geregetan bangettt…kira” mereka bisa bersatu ga yah thor (bisalah…nasib kyuyoung semua ada ditangan author hihihih)
    daebak…ditunggu kelanjutannya yah

  12. Pasti yg marah2 itu vict ya?
    Akhir’a vict bukan jd antagonis lagi. Haha..
    Gpp chingu,, kyuyoung blm bersatu..
    Yg penting mereka udah mengetahui perasaan masing2 ^^
    ditunggu AS nyaa..

  13. ada AS ny kan thor?! hehe… 🙂
    bagus bgt critany tp rada bingung nih,di AS ny dijelasin dong thor.
    untunglah cinta kyuyoung gk bertepuk sebelah tangan 🙂
    hwaiting thor!!!..

  14. Loh loh kok kyu bisa tau namanya soo?
    Dia ngga kenal sama soo kan?

    Thor aku udah komen di drabble sebelumnya,tapi sedang menunggu moderasi,nanti saya dikira siders lg hehe .
    Lanjut ya 😉

  15. ehm aku mash penasaran sm klnjutan nya, buat aku kyuyoung msh sgt misterius. msing2 msh bergelut dg dunia nya. tp sperti kta soo, saya pun percya takdir. n smga takdir mmbuat author mnjawab kemisteriusan kyuyoung d AS nya. it was great, keep writing

  16. ada AS nya kan?
    syukurlah
    kyu cocok jg sih jadi penunggu taman,kan dia selalu ada disitu
    direktur penunggu taman
    ternyata kyu juga suka ama soo ya?
    assik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s