I’m Cinderella [Part 1]

Tittle : I’m Cinderella [PART 1]

Cast : Choi Sooyoung (SNSD), Cho Kyuhyun(SJ)

Rated : PG 15+ (maybe)

Lenght : Series

Author : Kyungsooya

Kalau ada kesamaan plot, alur, setting dan yang lainnya .. kontak @Dsoo17 oke..

***

“Aku tidak akan ikut.” Desisku pelan.

Ini sudah kesekian kalinya aku menolak ajakan Seohyun untuk pergi ke Universitas Seoul karena ingin mengikuti pesta yang mengerikan itu.

Universitas Seoul adalah universitas terbaik di kawasan Kota Seoul. Dan untuk memperingati hari jadi universitas yang ke-189 tersebut maka tiap dosen maupun mahasiswa harus mengenakan pakaian formal yang bertema “Sexy Night”. Ouhh, tidak. Kurasa akan ada tamu undangan lain yang berasal dari luar kampus.

Tema yang menjijikkan bukan? Tentu saja, karena yang memberikan tema tersebut adalah Cho Kyuhyun – putra dari Mr.Cho yang merupakan pemilik universitas Seoul, sekaligus pria tertampan dan terpintar, serta yang terusak otaknya di Universitas Seoul. Kukatakan yang terusak otaknya, karena jujur saja dia adalah pria yang benar-benar yadong pikirannya. Namun anehnya, usulannya tentang “Sexy Night” justru diterima dengan baik oleh ayahnya, dosen-dosen disana, serta semua mahasiswa terkecuali aku. Karena usulannya yang diterima setiap orang, maka ia membuat pesta di Universitas Seoul besok pada malam hari tepat pada hari jadi Universitas Seoul – tanggal 28 Juni.

“Kumohon Sooyoung, jika kau tidak ikut…aku tidak memiliki teman. Lagipula, besok pasti Kyuhyun akan terlihat tampan di pesta! Kau pasti ingin melihat wajah tampannya itu bukan?” Aku mengepalkan tanganku dan emosiku sudah mencapai ubun-ubun. Tampan? Apanya ?

“Tidak, tidak, dan tidak! Seo, aku ingin pulang!” Gerutuku sambil meninggalkan Seohyun di depan kediamannya. Aku tidak peduli meskipun saat ini dia sedang memanggil-manggil ku dari balik punggungku. Aku hanya berjalan dengan gusar pulang ke rumah yang jaraknya hanya 50 meter dari tempatku berdiri barusan.

Astaga, bagaimana bisa pria seperti Kyuhyun bisa digila-gilai oleh semua wanita yang melihat wajahnya meski hanya sekilas saja? Memang dia tampan, tapi dia sangat-sangatlah menyebalkan. Sungguh, lebih baik aku mengubur diriku sendiri ketimbang pergi ke pesta mengerikannya itu dengan mengenakan gaun-gaun yang kekurangan bahan.

FLASHBACK POV

“Kau ini memang pintar, Sooyoung. Tapi janganlah kau memperburuk kualitas universitas ini dengan penampilan burukmu itu.”

Aku menatap tajam wajah Kyuhyun yang ada di hadapanku ketika ia mengirimku cercaan yang tak bermanfaat barusan. Kyuhyun sering sekali mencercaku dengan kalimat yang berbeda namun memiliki inti yang sama seperti…

“Ya! Lepaslah kacamata kuno itu! Urailah juga kepangan itu! Sadarlah orang – orang dari universitas lain membicarakan tempat ini tentang yang buruk – buruk karena kau.”

Aku menarik nafas dalam-dalam, dan berusaha menjaga emosiku. Aku sadar, tempat ini tak begitu cocok untukku. Disini adalah universitas yang isinya adalah orang – orang yang wajahnya hasil dari operasi plastik. Keberadaanku membuatku seolah – olah aku adalah wanita buruk rupa.  Kini aku memandang dua wanita yang bersebelahan dengan Kyuhyun. Pasti wanita simpanan-simpanannya.

Tiba-tiba saja satu dari wanita itu menyentuh sweater rajutan yang kukenakan dengan jari telunjuknya yang lentik. Apa lagi yang akan dilakukan orang sok kecantikan ini?

”Astaga…apa kau membutuhkan bantuan berupa pakaian, Sooyoung? Lihatlah pakaian jelek ini. Kau selalu memakai sweater putih ini atau yang berwarna peach itu setiap kali kau akan kuliah. Memangnya kau hanya memiliki 2 pakaian untuk bepergian, huh?”

Aku memandang sweater yang kini kukenakan. Hatiku seolah-olah telah ditusuk beratus-ratus kali dengan belati. Karena dengan wanita itu berbicara seperti tadi, itu berarti ia telah menghina mendiang ibuku. Aku kemudian menatap wanita itu lekat-lekat. Lalu aku lemparkan tatapanku pada wanita yang satunya. Orang itu hanya diam. Ia hanya memandangku, namun dengan tatapan seolah-olah aku adalah hama yang harus dimusnahkan. Dasar wanita-wanita murahan!

Aku sudah tidak tahan lagi dengan semua ini. Aku menarik nafas dan bersiap-siap untuk menghujani Kyuhyun dengan mamakai jutaan makian baik yang kasar sampai yang paling kasar.

Tapi ketika aku hendak membuka mulutku…

“Sudahlah sayang, kita tinggalkan saja orang tak berguna seperti ia.” Kata Kyuhyun sok lembut sambil melingkarkan kedua tangannya di pinggang wanita-wanita itu. Kemudian mereka berjalan dengan angkuhnya meninggalkanku. Terpaksa kupendam kembali makian-makian yang belum sempat ku lontarkan kepada pria brengsek itu.

Shit!

FLASHBACK POV END

Aku telah sampai di rumah. Hari ini pikiranku dan tubuhku terasa begitu lelah sehingga aku memutuskan untuk langsung pergi ke kamar tidurku yang ada di lantai dua tanpa mengucapkan, “Sooyoung pulang!” seperti biasanya. Aku malas.

Tapi, Baru saja aku menginjak anak tangga pertama menuju lantai dua, seseorang menarik lenganku dengan kasar hingga aku hampir terjatuh.

“Akh!” Rintihku sambil memastikan siapa yang menarikku dengan cara yang tidak sopan seperti tadi.

Oh ternyata saudara-saudaraku begitu aku tahu siapa yang menarikku – Jessica dan Victoria. Mereka benar-benar membenciku karena aku dianggap telah merusak citra mereka sebagai seorang desainer muda yang terkenal nan cantik. Mereka tidak pernah mengatakan jika aku saudara mereka jika teman-teman dari Jessica atau Victoria melihatku. Yang mereka katakan hanya, “ia bukan siapa-siapa.” Tapi… aku bisa maklum. Mereka malu punya saudara sepertiku.

”Sooyoung! Jangan bilang, besok malam kau mengikuti pesta itu.” Tandas Victoria tanpa basa-basi. Aku hanya diam. Kubiarkan ia dan Jessica berkoak-koak sepuasnya hingga lidah mereka tersa kelu.

Mendapati aku yang tak bereaksi apa-apa, Jessica tiba-tiba mencengkam lenganku sangat kuat hingga aku merasa sedikit kesakitan.

“Dengar, awas saja jika sampai kami besok malam melihatmu di pesta itu. Karena kau tahu, kehadiranmu akan mempermalukan kami berdua. Biarpun kau hanya sekedar saudara tiri kami, itu tidak akan mengubah segalanya.” Kini giliran Jessica yang membentakku.

Huh, terserah kalian. Memangnya kalian pikir aku akan berniat pergi ke pesta itu? Tenang saja, aku tidak akan mengecewakan kalian besok malam.
Aku hanya memutar bola mataku dan kemudian meninggalkan dua manusia itu. Aku bisa merasakan mereka pasti memakiku dalam hati karena sikapku yang cuek.
***
Hanya wajah mereka yang terlihat cantik. Tapi mereka tidak bisa dikatakan cerdas. Hampir 5 tahun, kuliah Victoria dan Jessica belum selesai. Mereka sering sekali tidak lulus ujian semester, itulah alasannya. Aku sudah 2 tahun kuliah di Universitas Seoul. Dan selama dua tahun itu aku mengalami tekanan batin yang disebabkan Kyuhyun. Mungkin karena tampang dan penampilanku inilah orang-orang membenciku. Setiap hari aku mengepang rambutku yang bergelombang ini. Selain itu, aku selalu memakai kacamata bulat yang merupakan hadiah dari ibuku saat aku berumur 12 tahun. Sudah 9 tahun, namun kacamata itu tidak terkena lecet sekalipun. Benda itu merupakan salah satu peninggalan ibu, salain kedua sweater itu. Sweater yang selalu kukenakan jika aku kuliah itu selalu ampuh merendam emosiku.

Ketika hari natal 10 tahun yang lalu, ibu membuatkanku dua buah sweater dengan warna yang berbeda – putih dan peach – warna favoritku. Ibu merajutnya sendiri dengan benang wol selama hampir 4 hari. Aku sangat suka sweater itu. Namun, pada saat ibu membuatkanku sweater yang kebesaran.

“Kau sudah bisa memakainya. Selain itu, alasan ibu membuatnya lebih besar dari ukuran tubuhmu adalah, supaya kau bisa memakainya hingga kau besar nanti, Sooyoung.” Ucap ibu lembut sambil memakaikan sweater yang berwarna peach. Lengannya masih kepanjangan dan panjang sweater itu hampir mengenai lututku. Sweater itu membuatku merasa lebih hangat, dan aroma stroberi yang khas.

Aku sangat suka pakaian itu. Aku tersenyum kepada ibu dan mengucapkan terima kasih padanya. Kemudian ia berpesan kepadaku bahwa esok jika aku sudah besar, aku harus bisa menghadapi rintangan yang menghalangi kebahagiaanku. Kuncinya adalah jangan terpancing emosi dan harus bersabar. Aku tidak mengerti kenapa ibu tiba-tiba mengatakan hal tersebut.

Itulah mengapa aku enggan memakai pakaian lain selain sweater-sweater itu saat aku kuliah. Sweater itu mampu menenangkanku ketika aku berhadapan dengan Kyuhyun. Yang kulakukan hanya memandang sweater itu saat emosiku memuncak. Karena hanya memandang sweater itu, pesan ibu di hari natal tersebut berhasil mengobati rasa emosiku. Tapi jika aku lupa melakukan itu, tanganku sudah siap menjambak rambutnya hingga botak. Untungnya setiap kali aku ingin memaki atau menyakitinya, ia langsung pergi begitu saja. Hanya saja yang membuatku bingung dengan sikapnya adalah, ia tidak pernah sekalipun mengkasariku secara fisik seperti di film. Yang ia lakukan paling tidak hanya menjelek-jelekanku. Meski penampilanku terlihat seperti wanita era 70-an, aku merasa nyaman dengan semua ini.

Eungh…sudahlah. aku muak memikirkan pria itu.

Kemudian aku mengganti pakaianku dengan piyamaku, melepaskan kepanganku dan kacamataku, setelah itu merebahkan diri di atas kasurku yang berukuran king size.

Sudah 6 tahun kepergian ibu akibat kecelakaan mobil setelah ia pulang dari super market. Sebuah truk tronton menabrak mobil yang dikendarai ibu karena supir truk tersebut sedang mabuk. Namun, dalam waktu singkat, tiba-tiba saja sudah ada pengganti ibu yang merupakan rekan kerja ayah di kantor.
‘Ibuku’ sekarang adalah orang yang baik dan sayang padaku. Ia juga perhatian kepadaku. Kini mereka sedang tugas di luar negeri dalam jangka waktu 2 bulan.
Ouch…aku rindu pada ayah, ibu, dan ‘ibuku’.

Tanpa kusadari, aku memejamkan mataku dan tiba – tiba saja aku langsung tertidur.
***
Aku yakin saat ini aku sedang bermimpi.
Hal yang membuatku yakin adalah, saat ini aku berada di taman Universitas Seoul berdua dengan seorang pria. Pria yang paling kubenci dari yang kubenci Cho Kyuhyun. Padahal seingatku, 1 detik yang lalu aku masih berbaring di kamaraku.

Namun aku sadar akan seuatu.

Astaga…bagaimana bisa ia berdiri di depanku dengan jarak yang sangat dekat.

Seketika ku lihat sebuah sinar matahari yang menyilaukan dari ufuk timur, mengenai wajah Cho Kyuhyun yang menatapku lekat-lekat. Ahhh…tidak salah semua wanita menggilainya.

Aku baru sadar jika wajah yang dimiliki Kyuhyun sangat-sangat tampan dari yang kupikirkan. Ia bak malaikat yang turun dari langit. Aku merasa enggan untuk mengalihkan pandanganku. Tapi aku tak sanggup untuk terus memandangnya.

Deg…deg…deg…
Kenapa jantungku berpacu berdetak begitu kencang? Apa yang terjadi pada diriku?

Aku kemudian menatap wajahnya lebih dalam dengan sisa keberanian yang kumiliki. Sampai aku menyadari sesuatu. Kurasa jarak di antara kami menipis. Tunggu, menipis?

“Apa yang kau lakukan, hah?” Cegahku sambil menekan bahunya. Ini merupakan pertama kalinya aku menyentuh tubuhnya.

“Aku tidak akan melepaskanmu pergi dari kehidupanku.”

Aku melongo mendengar perkataannya barusan. Ini memang benar-benar mimpi…sekalipun pria ini berbicara kepadaku, ia selalu berbicara dengan kalimat ejekan. Namun kali ini, ia mengatakan suatu kalimat yang akan membuat setiap wanita serasa meleleh seperti es krim di tengah padang pasir jika mendengarnya.

Karena kelengahan dan kebodohanku, tiba-tiba saja ia memegang wajahku dengan kedua tangannya. Aku kaget bukan main.

“Kyuhyun! Apa-apaan kau ini? Pintaku agak keras.

Kyuhyun kemudian menatapku dengan tatapan seolah-olah tidak peduli denganku.

Saat ia memegang wajahku, seluruh anggota tubuhku terasa seperti kehilangan keseimbangan. Tapi untung, aku bisa mengatasinya. Hanya saja…jantungku terasa hampir meledak menerima perilaku Kyuhyun yang sudah gila ini.

Cup !

Sontak, aku langsung mendorong tubuhnya kuat-kuat hingga ia mundur beberapa langkah dariku. Aku merasakan tiba-tiba pandanganku mulai kabur. Aku meraba wajahku, dan aku bisa merasakan kacamataku yang bertengger di batang hidungku. Kalau kacamata itu masih ada, kenapa pandanganku kabur seperti ini?

Kini aku tidak bisa malihat apa-apa. Aneh sekali! Apa yang salah dengan mataku? Aku sudah tidak bisa melihat Kyuhyun lagi. Aku tidak tahu apa-apa yang dilakukannya sekarang. Dengan perasaan panik, aku menutup kedua mataku rapat-rapat saat yang apa yang kulihat berwarna hitam.

Aku kemudian membuka kedua mataku kembali dengan was-was

Astaga, ini hanya mimpi.

TBC

Wa Wa Wa! Thanks buat sohibku yang telah membantuku buat ngetik ni ff .

Gimana FF nya? Aneh ya? maklum, ini FF pertamaku di blog ini.. tapi ini ff yang ke tiga yang ku post di wordpress. Singkat kata, please jangan jadi silent readers ya,, soalnya saya lagi butuh saran, komentar maupun kritik.

Oke itu aja, wassalam.

 

 

Iklan

77 thoughts on “I’m Cinderella [Part 1]

  1. cerita bagus,emang kyk cerita cinderella tapi disini soo nggak lemah
    malah mungkin nggak tertarik sama kyu ahhaa,,
    part 2nya panjangin ne thor,,,\
    next chap ditunggu ^^

  2. bergaya pakaiam buruk dan punya dua kakak perempuan ya cinderella sekali~ hihi
    seru nih kayanya next part soon

  3. wuaaaahhh keren .. suka banget, tadi dideskripsikan kalo ‘ibu’ soo eon sayang sama soo, berarti gak kayak ibu2 di cinderella story lain yah, tp kok 2 saudaranya pada jahat gitu ? trus kalo kyu jadi pangerannya, masa pangeran playboy ? jiaah hehe .. kalo gitu artinya aku tunggu next pary nya, semangaat !!

  4. Bagus kok. Iya sih akh juga agak bertanya-tanya tentang sikap kyu ke soo eon. Kenapa selalu menghina soo eon tapi cuma sebatas imingan aja. Jgn2 dia ada rasa ya ke sok eon.
    Lanjutannya ditunggu ya^^

  5. q kx jd inget adegan pas peter parker jd spiderman pertama kali…hehehe (ndag tahu wes nyambung atau ndag)

    d lanjut thor, q blom ngerti ni jalannya jd q pengen tahu…#ReaderKepo!

  6. Bagus cerita’a tp agak mirip sama ff i’m uglly, so that’s problem… yg jadi kakak’a sooyoung jesica ma victoria jg….

  7. ad sdkt prbdaan dg cerita cinderella asli. dsni ibu soo dktakn baik hnya saudara tiriny aj yg jahat

    just a dream. hehh knp coba kyu jd suka bgt ngejekin soo

  8. kyuhyun bad boy ya wkwkwk dasar….
    syoung semangat!!!
    kyaaaaa pnsaran kira2 syoung dtg g y???
    itu knp sooyoung mimpi mesum #dicipok kyu
    jgn2….. #plak
    next part ditunggu,^^ semangat semangat^^

  9. Ping balik: I’m Cinderella [PART 2] | Kyuyoung Shipper Indo

  10. Part ini cukup buat aku penasaran. Tapi sbnrnya klo boleh usul sih, knpa dibeberapa bagian dibuat versi kebalikan dari nasib cinderella, klo di dongeng dia punya 2 kakak tiri yg jahat, knpa ga disini dibuat 2 kakak tirinya sayang dan perhatian sama soo, walau judes, scra klo ga slh tangkap, td kan ibu tirinya sayang ma soo, ini hanya usulan lho..dtrima boleh nggak jg ga papa, hehe..

  11. Waaahh ada ff baru tapi belom kubaca.. telat nih.
    Bagus daebakk aku suka alurnya, tokoh”nya sama latar belakang mereka semua. Tapi yg ada dikepalaku itu .. soo ada dmn??? terus akankah dia dateng ke acara pesta??? knp soo mimpiin kyu??? atau itu bukan mimpi??? aduh mianhae ne chingu.. pertanyaanku kebanyakan.. aku tunggu next partnya.. Hwaiting!!:D

  12. hahahaha, itu bener bener mimpi, atau gimana??
    hehehehe, kayaknya emang deh kyu suka sma soo, kan selalu dijahili smo kyu.
    awas aja kyu benci jadi cinta nanati…
    seruu lanjuuutttttttt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s